Fadli Zon dan Ferry Juliantono Canangkan Revitalisasi Tugu Koperasi Tasikmalaya

Pemerintah pusat memulai revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi di Jalan Moch. Hatta, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Fadli Zon dan Ferry Juliantono Canangkan Revitalisasi Tugu Koperasi Tasikmalaya
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, saat meninjau berbagai stand koperasi pada saat pencanangan revitalisasi tugu koperasi./INILAHKORAN-N Nurohman

INILAHKORAN.ID-Pemerintah pusat memulai revitalisasi Kawasan tugu koperasi di Jalan Moch. Hatta, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, sekaligus menetapkannya sebagai cagar budaya daerah dalam rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 bertema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya."

Pencanangan revitalisasi dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, serta Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Wali Kota Diky Candra, jajaran Kementerian Kebudayaan, Kementerian Koperasi, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tasikmalaya.

Kawasan Tugu Koperasi memiliki nilai sejarah penting karena menjadi lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 11–14 Juli 1947, yang melahirkan tonggak awal gerakan koperasi nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan, berdasarkan cerita keluarga Bung Hatta, tokoh koperasi Niti Sumantri merupakan rekan perjuangan Bung Hatta yang mendapat amanat mengorganisasi koperasi di Indonesia.

Menurutnya, Tasikmalaya dipilih sebagai lokasi kongres karena saat itu dikenal sebagai pusat perkembangan koperasi dan ekonomi kerakyatan.

"Keputusan ini akan mengubah ekosistem ekonomi. Presiden ingin menegaskan kembali pentingnya keberadaan koperasi sebagai sokoguru ekonomi nasional," kata Ferry.

Ferry menegaskan revitalisasi kawasan tersebut bertujuan menjaga semangat para pelopor koperasi sekaligus mengembalikan Tasikmalaya sebagai salah satu pusat gerakan koperasi dan ekonomi rakyat.

Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional.

Salah satu kebijakan strategis yang telah diputuskan pemerintah ialah penyaluran barang bersubsidi, bantuan pemerintah, dan sembako melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Kongres Koperasi Pertama memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan bangsa karena berlangsung di tengah upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, hanya sepekan setelah kongres berakhir, Belanda melancarkan Agresi Militer I dengan Tasikmalaya menjadi salah satu sasaran karena merupakan pusat pemerintahan, produksi, dan ekonomi rakyat di Jawa Barat saat itu.

"Perjuangan mempertahankan kemerdekaan bukan hanya dilakukan melalui fisik dan diplomasi, tetapi juga melalui perjuangan ekonomi. Koperasi menjadi bagian penting dari upaya bangsa yang baru merdeka untuk bangkit," ujar Fadli.

Usai kegiatan, Ferry memastikan Kawasan Tugu Koperasi beserta bangunan bekas lokasi Kongres Koperasi Pertama telah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya daerah oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya dan mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, pemerintah tengah mendorong agar kawasan tersebut memperoleh status sebagai cagar budaya nasional.

Menurut Ferry, Kementerian Koperasi bersama Kementerian Kebudayaan akan mengembangkan kawasan tersebut bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan gerakan koperasi dan ekonomi rakyat.

Fadli Zon menegaskan Kementerian Kebudayaan memberikan dukungan penuh terhadap proses penetapan tersebut.

"Tentu kami dari Kementerian Kebudayaan sangat mendukung situs Tugu Koperasi ini agar bisa menjadi cagar budaya nasional," katanya.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut baik revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

Ia berharap Tugu Koperasi tidak hanya menjadi pengingat perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga mampu membangkitkan semangat generasi muda sekaligus menjadi ruang aktivitas ekonomi yang memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Priskhianto mengatakan revitalisasi Tugu Koperasi merupakan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang lahir dari Kongres Koperasi Pertama pada 1947.

Ia menjelaskan kongres tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting, di antaranya menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi, membentuk Sentra Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang kemudian berkembang menjadi Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN), serta mengamanatkan penyusunan sistem pendidikan dan penyuluhan koperasi.

"Pendidikan menjadi kunci membangun kesadaran anggota untuk membentuk kekuatan ekonomi bersama berdasarkan semangat kekeluargaan dan demokrasi," ujar Priskhianto.***


Editor : JakaPermana