Akun RPM Purwakarta Digeruduk Netizen Buntut Satpam Waduk Jatiluhur Tewas

Akun Instagram RPM Purwakarta digeruduk netizen usai dikaitkan dengan aksi vandalisme yang sempat diunggah satpam Waduk Jatiluhur sebelum tewas terborgol.

Akun RPM Purwakarta Digeruduk Netizen Buntut Satpam Waduk Jatiluhur Tewas
Akun RPM Purwakarta Digeruduk Netizen Buntut Satpam Waduk Jatiluhur Tewas

INILAHKORAN.ID - Unggahan akun media sosial komunitas bernama RPM Purwakarta mendadak banjir serbuan dan cemoohan dari netizen.

Hal ini terjadi menyusul perkembangan kasus tewasnya petugas keamanan (satpam) PJT II di kawasan Waduk Jatiluhur yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terborgol.

​Publik menaruh kecurigaan besar setelah video status WhatsApp terakhir almarhum viral di media sosial.

Dalam video tersebut, korban sempat meluapkan kekesalannya atas aksi vandalisme di area publik Waduk Jatiluhur dan mengancam akan melaporkan para pelaku ke pihak kepolisian.

​Seruan Netizen di Kolom Komentar

​Diduga terlibat atau mengetahui aksi corat-coret fasilitas umum yang sempat dikeluhkan korban, unggahan foto anggota komunitas di akun Instagram @rpm_purwakarta langsung disesaki ribuan komentar pedas.

​Netizen berbondong-bondong mempertanyakan keberadaan dan keterlibatan para pemuda yang ada di dalam foto tersebut:

​"Ini kah pelakunya, posisi di mana?" tulis akun @fahrulilmif124.

​"Tempat nongkrongna jelas, bengeutna jelas... (Tempat nongkrongnya jelas, mukanya jelas)," timpal akun @riznu14.

​"Siap-siap wae aya nu ngajemput (Siap-siap saja ada yang jemput)," ujar akun @rizkyrafael1831.

​Penyelidikan Polisi Masih Berjalan

​Fakta baru bahwa satpam PJT II tersebut ditemukan meninggal dalam keadaan terborgol semakin menguatkan indikasi adanya tindak pidana atau dugaan penganiayaan berat yang dialami korban.

​Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi guna mendalami korelasi antara kasus vandalisme tersebut dengan penyebab pasti tewasnya korban di kawasan Waduk Jatiluhur.


Editor : Firda Rachmawati