Fakta-fakta Penemuan Jasad Remaja di Kampung Gajah Parongpong Bandung Barat
Berikut fakta-fakta soal penemuan jasad remaja di Kampung Gajah, Parongpong, Bandung Barat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Penemuan jasad di kawasan wisata terbengkalai Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jumat malam, 13 Februari 2026, menggegerkan warga.
Korban diduga merupakan pelajar SMP yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Berikut rangkuman fakta-faktanya berdasarkan informasi sementara di lapangan.
1. Lokasi penemuan
jasad ditemukan di kawasan wisata terbengkalai Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Area tersebut dikenal sepi aktivitas warga.
2. Waktu penemuan
Penemuan terjadi pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Warga mencium bau tidak sedap dari area tersebut sebelum menemukan jasad.
3. Penemu pertama
jasad pertama kali ditemukan oleh sekelompok pemuda yang hendak membuat konten di area bekas wisata Kampung Gajah. Mereka kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga dan aparat.
4. Kondisi jasad
Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, mengindikasikan korban telah berada di lokasi selama beberapa hari.
5. Identitas awal korban
Korban berjenis kelamin laki-laki. Di lokasi ditemukan topi dan seragam olahraga SMP Negeri 26 Bandung. Korban diduga berusia 13 tahun dan sebelumnya dilaporkan hilang sejak 9 Februari 2026.
6. Proses evakuasi
jasad dievakuasi pada malam hari oleh tim medis dan kepolisian ke RS Sartika Asih di Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung.
7. Dugaan luka pada tubuh korban
Berdasarkan laporan awal, terdapat luka tusukan di bagian perut korban. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi resmi.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan jasad dan memasang garis pembatas di sekitar area.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi autopsi serta keterangan lanjutan.
Editor : Firda Rachmawati


