Farhan Dorong Optimalisasi Bekas TPA Jelekong untuk Pengelolaan Sampah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan bekas TPA Jelekong berpotensi menjadi solusi tambahan dalam pengelolaan sampah kota.

Farhan Dorong Optimalisasi Bekas TPA Jelekong untuk Pengelolaan Sampah
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan bekas TPA Jelekong berpotensi menjadi solusi tambahan dalam pengelolaan sampah kota./INILAHKORAN-Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan bekas TPA Jelekong berpotensi menjadi solusi tambahan dalam pengelolaan sampah kota.

Lokasi tersebut, bisa difungsikan berbagai kebutuhan mulai dari pusat pengolahan sampah organik hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

“Eks TPA Jelekong itu bisa jadi berbagai macam. Bisa PSEL, bisa tempat pengelolaan sampah organik. Hari ini masih dipakai untuk pengelolaan sampah organik, tapi dengan kapasitas yang sangat kecil. Tidak sampai 10 ton per hari,” kata Farhan, Senin 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi dari Menteri Lingkungan Hidup menunjukkan program Gaslah sudah berjalan baik sebagai inovasi edukasi masyarakat meski kapasitasnya masih terbatas. Karena itu, optimalisasi Jelekong menjadi penting untuk meningkatkan volume pengelolaan sampah.

“Kemarin itu survei ke eks TPA Jelekong sangat serius. Kami memperhatikan bahwa akses ke sana, apabila melewati jalur yang normal akan sangat mengganggu. Maka kita harus mencari jalur alternatif lain. Secara peta, jalurnya lurus dengan Tegaluar,” ucapnya.

Ia menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencari solusi terbaik. Target kapasitas pengelolaan sampah di Jelekong, diharapkan bisa mencapai 500 ton per hari.

“Harusnya bisa mencapai di atas 500 ton per hari. Dengan 500 ton saja, kita sudah sangat bersyukur kalau bisa,” ujar dia.

Meski begitu, Farhan meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan sebelum kajian matang selesai dilakukan. “Masukan tentu sangat kami tunggu, karena kami juga harus melakukan kajian yang sangat matang untuk memastikan bahwa ini terjadi. Kajian ini butuh waktu beberapa bulan,” jelasnya.

Sambil menunggu hasil kajian ditambahkan ia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap mengoptimalkan pengelolaan sampah di dalam kota melalui program Gaslah, penanganan TPS ilegal, penegakan hukum di kawasan berpengelola agar menuju zero waste dan pemanfaatan teknologi lain seperti RDF.***


Editor : JakaPermana