Farhan Targetkan Kantor Dishub Gedebage Tak Lagi Terendam Saat Hujan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyiapkan pembangunan kolam retensi untuk mengatasi genangan di kawasan Dishub Gedebage dan Bandung Timur.

Farhan Targetkan Kantor Dishub Gedebage Tak Lagi Terendam Saat Hujan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyiapkan pembangunan kolam retensi untuk mengatasi genangan di kawasan Dishub Gedebage dan Bandung Timur.

INILAHKORAN.ID- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kawasan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) di Gedebage tidak lagi terendam saat hujan.

Salah satu langkah yang disiapkan Pemerintah Kota Bandung yakni pembangunan kolam retensi di sekitar kantor Dishub Kota Bandung. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menampung limpasan air dan mengurangi genangan di kawasan Bandung Timur.

“Kita sedang mengupayakan pembangunan kolam retensi yang dekat dengan Dishub,” kata Farhan, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Farhan, kawasan kantor Dishub Kota Bandung menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian karena kerap mengalami genangan ketika hujan turun.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi ironi karena pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab dalam penanganan banjir.

“Minimal kawasan Dishub di wilayah Gedebage tidak terendam lagi. Tiap hujan kan terendam terus. Kan rasanya aneh. Kita yang menangani banjir, tetapi kantor pemerintah sendiri terendam,” ucapnya.

Farhan mengatakan, penanganan genangan tidak hanya mengandalkan pembangunan kolam retensi. Pembersihan saluran air juga terus dilakukan, terutama di sejumlah titik yang masih mengalami genangan setelah hujan.

“Oh, sudah. Itu sudah dilakukan sejak tahun lalu. Makanya, kemarin-kemarin saya galak. Beberapa titik masih mengalami genangan. Saya bilang, ‘Bersihkan, bersihkan, bersihkan dan bersihkan.’ Itu saja yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Selain kolam retensi di sekitar kantor Dishub, Farhan menyebut kebutuhan infrastruktur penampungan air masih cukup besar, khususnya di kawasan Bandung Timur. Namun, jumlah titik yang dibutuhkan secara teknis masih belum dapat ditentukan.

“Saya lupa teknisnya, tetapi yang pasti membutuhkan tambahan,” jelasnya.

Farhan juga kembali mengangkat konsep pembangunan situ buatan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Kota Bandung.

Ia menyebut Situ Aksan dan Situ Tegalega sebagai contoh situ buatan yang pernah ada di Kota Bandung.

“Di Bandung dulu ada namanya Situ Aksan. Situ Aksan itu situ buatan. Dulu juga ada Situ Tegalega, itu juga situ buatan. Nah kita akan membuat situ-situ buatan lagi,” tuturnya.

Menurut Farhan, pembangunan kolam retensi dan situ buatan menjadi bagian dari upaya menambah kapasitas tampungan air. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko genangan ketika curah hujan tinggi.

Untuk 2027, pembangunan kolam retensi menggunakan APBD murni diproyeksikan maksimal satu titik. Keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkot Bandung juga berupaya mendapatkan dukungan pemerintah pusat agar penanganan banjir dapat dilakukan lebih luas.

“Tahun depan, maksimal dengan APBD murni. Itu satu. Satu tahun depan. Tetapi sekarang kita sedang berjuang mendapatkan perhatian pemerintah pusat mengenai persoalan ini,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana