Program Kota Masa Depan #BeraniDigital Resmi Hadir di Kota Cirebon

Program Kota Masa Depan #BeraniDigital resmi hadir di Kota Cirebon untuk memperkuat kapasitas UMKM melalui digitalisasi, AI, pengelolaan keuangan.

Program Kota Masa Depan #BeraniDigital Resmi Hadir di Kota Cirebon
Pelaku UMKM bersama penyelenggara program Kota Masa Depan #BeraniDigital di Kota Cirebon, Sabtu (3/10/2026). Program ini mendorong UMKM memanfaatkan teknologi digital dan memperluas akses pembiayaan.

INILAHKORAN.ID - Program Kota Masa Depan #BeraniDigital resmi hadir di Kota Cirebon. Kota Cirebon menjadi daerah ke-18 yang menjadi lokasi program penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital.

Program kolaborasi Grab-OVO, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, serta Pemerintah Kota Cirebon tersebut diluncurkan di Kantor Wali Kota Cirebon, Sabtu (3/10/2026).

Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan platform digital, pengelolaan keuangan, penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga pemahaman mengenai pilihan akses pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial.

Teknologi AI diperkenalkan sebagai salah satu alat bantu bagi pelaku UMKM dalam menjalankan usaha. Pemanfaatannya antara lain untuk menyusun deskripsi produk, mencari ide konten promosi, merangkum masukan pelanggan hingga membantu membuat perencanaan kerja sederhana.

Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri mengatakan, digitalisasi saat ini menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Namun, pemanfaatan teknologi perlu diikuti dukungan dan peningkatan kapasitas agar pelaku usaha mampu berkembang di dalam ekosistem digital.

“Digitalisasi bukan lagi sebuah kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan. Karena itu, upaya Grab membantu Mitra GrabMerchant dan Mitra Pengemudi menjadi bagian dari ekosistem digital merupakan langkah nyata untuk mendorong UMKM terus berkembang,” kata Hasby.

Cirebon Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan, pengembangan ekonomi Kota Cirebon tidak dapat dilepaskan dari keterhubungan dengan daerah lain di sekitarnya.

Menurutnya, posisi Cirebon sebagai bagian dari kawasan yang terhubung dengan sejumlah daerah dapat menjadi peluang untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

“Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Karena itu, kami ingin Cirebon menjadi bagian yang turut menggerakkan perekonomian kawasan, termasuk dengan membuka akses yang lebih luas bagi UMKM,” ujar Iing.

Pemkot Cirebon mencatat terdapat 5.353 UMKM di wilayah tersebut. Sementara sektor perdagangan dan jasa disebut berkontribusi sebesar 27,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cirebon.

Direktur Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan, Kota Cirebon memiliki potensi untuk mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi guna memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki pengelolaan usaha.

“Melalui Kota Masa Depan #BeraniDigital, kami ingin menghadirkan akses terhadap teknologi, pengetahuan, dan pembiayaan secara lebih terintegrasi,” kata Richard.

Program #BeraniDigital Jangkau Ratusan Ribu UMKM

Program #BeraniDigital sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk Kudus pada 2025 dan Banjarmasin pada 2026.

Berdasarkan data Grab-OVO, program tersebut telah menjangkau lebih dari 200 ribu UMKM. Selain itu, lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional telah mengikuti program digitalisasi melalui GrabMart Pasar.

Sejak 2021, Grab-OVO juga mencatat lebih dari 445 ribu mitra UMKM dan mitra pengemudi telah mengakses pendanaan melalui GrabModal by OVO Finansial dengan nilai lebih dari Rp6 triliun.***


Editor : JakaPermana