Gaet Wisatawan, Purwakarta Siapkan Tiga Zona Khusus Pariwisata
Sektor pariwisata di hampir seluruh negara, tak terkecuali di Indonesia mengalami kelesuan pasca-mewabahnya virus corona. Apalagi, hampir seluruh lokasi wisata yang ada terpaksa ditutup demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta – Sektor pariwisata di hampir seluruh negara, tak terkecuali di Indonesia mengalami kelesuan pasca-mewabahnya virus corona. Apalagi, hampir seluruh lokasi wisata yang ada terpaksa ditutup demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 itu.
Imbasnya, potensi ekonomi di sektor wisata juga turut mengalami kelesuan. Misalnya, omzet pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata juga menjadi menurun. Padahal, selama ini banyak masyarakat yang mengandalkan penghasilan dari sektor pariwisata.
Mari bersama-sama berdoa, semoga wabah covid-19 ini segera berakhir. Karena tak bisa dipungkiri, dampak dari adanya wabah virus tersebut membuat perekonomi masyarakat di segala sektor mengalami kelesuan parah.
Jika wabah covid-19 ini berlalu dan aktifitas masyarakat kembali normal, mungkin tak ada salahnya mampir ke Kabupaten Purwakarta. Sekedar mengingatkan, di kabupaten kecil kedua di Jabar ini banyak lokasi-lokasi eksotis yang bisa dikunjungi untuk berwisata. Mau itu yang lokasinya di sekitar pusat kota, maupun di peloksok desa.
Selama ini, Pemkab Purwakarta telah menetapkan tiga kawasan strategis pariwisata (KSP) di wilayah tersebut. Masing-masing, zona khusus untuk wisata ekonomi kreatif (ekraf), wisata kuliner, wisata Edukasi dan religi, serta wisata alam.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Keparisataan dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Agus Hasan Saepudin menuturkan, khusus zona wisata alam di antaranya adalah Kecamatan Wanayasa. Lalu, zona ekraf dan kuliner, itu di Kecamatan Plered dan sekitarnya. Sedangkan, untuk zona wisata edukasi ada di wilayah Purwakarta dan Jatiluhur.
“Selama ini, KSP tersebut jadi salah satu andalan kami mendongkrak kunjungan ke Purwakarta,” ujar Agus, beberapa waktu lalu.
Agus menjelaskan, untuk zona wisata alam selama ini memang menjadi salah satu penyumbang terbesar kunjungan wisatawan. Sebut saja salah satunya, Situ Wanayasa. Lokasi tersebut, saat ni menjadi lokasi yang cocok untuk ‘Ngadem’. Apalagi, wilayah ini merupakan daerah pegunungan yang sudah pasti udaranya pun sejuk.
Untuk zona wisata edukasi, kata dia, salah satunya ada di kawasan perkotaan Purwakarta. Di antaranya beberapa museum digital (diorama) yang dibangun oleh pemerintah setempat. Sedangkan, zona wisata kuliner dan ekraf ada di Kecamatan Plered. Yakni, Kampung Maranggi dan Litbang pembuatan keramik Plered.
Agus bersyukur, karena sektor pariwisata di wilayahnya menunjukan perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi, kedepan banyak program yang digulirkan pemerintah untuk mendorong sektor wisata ini. Salah satunya, dengan penerapan pola pariwisata terintegrasi yang terencana mulai digulirkan tahun ini.
Adapun pariwisata terintegrasi yang dimaksud, yakni kedepan zona wisata yang ada akan dibuat terhubung satu sama lain. Dalam hal ini, tugas pemerintah sendiri tentu harus menyiapkan sarana dan prasarannya sebagai penunjang.
Jadi, kata dia, dengan pola pariwisata terintegrasi ini wisatawan bisa menikmati beberapa lokasi wisata dalam satu hari penuh. Dalam hal ini, pihaknya berencana akan turut menggandeng penyedia jasa travel dan penginapan.
Dia menambahkan, dari tahun ke tahun kunjungan wisatawan ke wilayahnya terus meningkat. Hal inilah, menurut dia, salah satu yang harus dipertahankan. Caranya, dengan terus melakukan penataan dan terobosan. (Asep Mulyana)
Editor : Bsafaat


