Gandeng Tongmyong University, USB YPKP Bandung Gelar Konferensi Global di Korsel

Universitas Sangga Buana (USB YPKP) mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan konferensi internasional bertaraf global di Korea Selatan

Gandeng Tongmyong University, USB YPKP Bandung Gelar Konferensi Global di Korsel
An Yohan Dean, International Affairs of Tongmyong University Busan, Republic of Korea (kiri) menerima cinderamata dari Rektor USB YPKP Didin Saepudin (kanan) dalan konferensi internasional di Korea Selatan. Foto istimewa

INILAHKORAN.ID – Universitas Sangga Buana (USB YPKP) mencatat sejarah baru dalam pengembangan akademik nasional dengan menyelenggarakan konferensi internasional bertaraf global di luar negeri. 

Kegiatan yang memadukan International Conference on Innovation in Business, Social Sciences, and Technology (INOBIST) dan The 3rd International Conference of Business Administration and Communication (3rd ICoBAC) berlangsung selama dua hari, 8–9 Juli 2026, di lingkungan Kampus Tongmyong University, Busan, Korea Selatan. 

Mengusung tema 'Innovating for Global Resilience: Integrating Business, Social Sciences, and Technology', pertemuan ini menjadi tonggak strategis bagi USB YPKP untuk melompat dari kampus unggulan nasional menuju pengakuan dunia.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Keuangan Perbankan (YPKP) Ricky Agusiady menjelaskan, perhelatan ini bukan sekadar pertukaran hasil penelitian semata, melainkan momen penting membangun fondasi kolaborasi lintas bangsa. 

“Ini langkah nyata kami setelah diakui sebagai kampus unggul di Indonesia, kini mulai melangkah masuk ke peta peringkat dunia," kata Ricky, Jumat (17/7/2026).

"Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan; ketahanan global hanya bisa dibangun lewat kerja sama lintas disiplin, lintas institusi, dan lintas negara,” sambungnya.

Hadir sebagai pembicara utama sejumlah akademisi terkemuka dunia, antara lain Andriyan Bayu (ITB), Dieter Bogenhold (Universitas Klagenfurt Austria), Dong-sung Cho (Pendiri WURI), John Walsh (Krirk University Thailand), dan Ari Warokka (Tongmyong University).

Ketua Yayasan Pendidikan Tongmyong University, Kang Kyung Su menilai, kampus tidak boleh hanya menjadi tempat menumpuk teori, melainkan ruang pemecahan masalah nyata. 

“Banyak lulusan fasih teori tapi buta penerapan, mampu menulis tesis tapi lemah solusi praktis. Bagi kami, gelar bukan tujuan akhir, kemampuan menciptakan dampaklah yang paling utama,” tegasnya. 

Rektor USB YPKP Didin Saepudin menambahkan, diskusi ini harus berbuah tindakan nyata, mulai dari penandatanganan nota kesepahaman bersama, penelitian kolaboratif, hingga penyusunan kurikulum yang tanggap dinamika global.

Direktur LPPM USB YPKP Nenny Hendjany menjelaskan, konferensi ini merupakan peningkatan level dari acara nasional SoBAT yang telah berjalan tujuh tahun, kini berganti nama menjadi INOBIST dan diselenggarakan langsung di kancah internasional berkat dukungan yayasan dan rektorat. 

"Kegiatan ini melibatkan 315 peserta luring maupun daring dari 18 negara, bekerja sama dengan Research Synergy Foundation serta sejumlah perguruan tinggi nasional lainnya," jelas Nenny.

"Selain sesi akademik, delegasi juga mengunjungi Busan Port Authority dan melaksanakan pengabdian masyarakat internasional di Masjid Al-Barokah, Gimhae Busan," ujarnya.


Editor : Ahmad Sayuti