Garut International Kite Festival 2026 Hadirkan Pelayang dari 13 Negara di Papandayan
Garut International Kite Festival 2026 diikuti pelayang dari 13 negara. Festival di Tepas Papandayan hadirkan atraksi, budaya, UMKM, dan kuliner.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Langit kawasan Agrowisata Tepas Papandayan, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, dipenuhi aneka layang-layang dari berbagai penjuru dunia dalam Garut International Kite Festival 2026.
Festival yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini diikuti peserta dari 13 negara dan menjadi salah satu agenda wisata internasional di Jawa Barat.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Aam Pathulloh, mengatakan selama lima hari pelaksanaan, masyarakat dapat menikmati berbagai atraksi layang-layang berskala internasional dengan latar panorama pegunungan Papandayan.
"Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung akan menikmati berbagai atraksi layang-layang internasional," kata Aam Pathulloh di Garut, Kamis.
Diikuti Peserta dari 13 Negara
Festival yang digelar oleh PT Graha 165 ini menghadirkan pelayang dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, China, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, Belgia, serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Mengusung tema "Where Nature and Culture Meet The Sky", kegiatan ini memadukan keindahan alam Garut dengan kekayaan budaya lokal melalui pertunjukan layang-layang, hiburan, serta beragam aktivitas wisata.
"Festival ini menghadirkan perpaduan keindahan alam pegunungan Garut dengan kekayaan budaya lokal melalui pertunjukan layang-layang berskala internasional, hiburan, serta berbagai aktivitas wisata dan ekonomi kreatif," ujar Aam.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Menurut Aam, penyelenggaraan festival merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat posisi Kabupaten Garut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Selain menarik wisatawan domestik dan mancanegara, acara ini juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal.
Pengunjung tidak hanya disuguhi atraksi layang-layang, tetapi juga dapat menikmati pertunjukan seni budaya, bazar produk UMKM, hingga aneka kuliner khas Garut.
"Hiburan budaya, bazar UMKM, kuliner khas Garut, serta beragam aktivitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga di kawasan Agrowisata Tepas Papandayan," kata Aam.
Festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Garut sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).***
Editor : JakaPermana
