Hasil Tes Covid 19 Bisa Beda dalam Sehari, Gara-gara 4 Faktor Ini Kata Prof Tjandra Yoga Aditama

Geger hasil tes Covid 19 berbeda padahal hanya berselang satu hari! Begini penjelasan Prof Tjandra Yoga Aditama.

Hasil Tes Covid 19 Bisa Beda dalam Sehari, Gara-gara 4 Faktor Ini Kata Prof Tjandra Yoga Aditama
Geger hasil tes Covid 19 bisa berbeda dalam sehari. Simak penjelasan Prof Tjandra Yoga Aditama berikut ini.

INILAHKORAN, Bandung- Sedang marak hasil tes Covid 19 bisa berbeda dalam sehari. Prof Tjandra Yoga Aditama ungkap 4 faktor penyebabnya.

Dalam beberapa hari terakhir, jagat maya dihebohkan berbagai video yang menunjukkan hasil tes Covid 19 berbeda dalam sehari.

Salah satunya, dialami para pemain Persebaya Surabaya yang beberapa pemain mereka menerima hasil tes Covid 19 berbeda padahal hanya selang satu hari saja.

Baca Juga: Spoiler Ghost Doctor Episode 13: Cha Young Min Kehilangan Kesempatan untuk Sadar Gegara Go Seung Tak?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan ada setidaknya empat faktor yang menyebabkan seseorang mendapati hasil tes Covid 19 yang berbeda-beda dalam sehari.

Keempat faktor yang menyebabkan hasil tes Covid 19--baik tes antigen maupun PCR (Polymerase Chain Reaction)--bisa berbeda dalam sehari, antara lain terkait jumlah virus yang ada pada pasien dan proses pengambilan sampelnya.

"Jumlah virus yang ada pada pasien. Proses pengambilan sampel, apakah memang tepat sesuai tempat yang ada jumlah virus yang memadai," kata Prof Tjandra Yoga Aditama Rabu 9 Februari 2022.

Baca Juga: 3 Kasus Pencabulan Beruntun di Kabupaten Bogor Awal Tahun 2022, Rudy Susmanto: Hukum Maksimal Pelaku!

Faktor lainnya, adalah transportasi sampel dari tempat pengambilan ke tempat pemeriksaan, dan terakhir terkait proses pemeriksaan di laboratorium.

"Baik aspek teknik laboratorik maupun juga proses administrasi pencatatan dan pelaporan hasil," tutur Prof. Tjandra mendetilkan.

Sebelumnya, selebritas Atiqah Hasiholan melalui unggahan di fitur Instagram Story mengungkapkan sempat menjalani tiga kali tes swab dalam satu hari dengan hasil PCR pertama positif.

Baca Juga: Tanggal Tayang Perdana Drama Baru 'A Business Proposal' Ditunda Karena Covid-19

Sementara berikutnya swab antigen negatif, kemudian PCR kedua negatif. Tiga hari sebelumnya, dia juga menjalani tes swab antigen dan hasilnya negatif.

Terkait hasil tes Covid 19, mengutip laman Prevention, ada empat kemungkinan hasil termasuk pada tes PCR yakni benar positif, benar negatif, positif palsu, dan negatif palsu.

Benar dan salah mengacu pada keakuratan tes, sementara positif dan negatif mengacu pada hasil yang terima pasien.

Baca Juga: Jung Woo Sung Akan Bintangi Remake Drama Jepang 'Tell Me That You Love Me'

Professor di Department of Laboratory Medicine and Pathology at the University of Washington School of Medicine, Geoffrey Baird, M.D., Ph.D. menuturkan, hasil positif palsu berarti seseorang telah mendapatkan hasil positif, tetapi tidak benar-benar terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Menurut dia, tes antigen paling akurat ketika yang menjalani tes memiliki gejala, karena biasanya itu berkorelasi dengan adanya banyak virus di tubuh sehingga lebih mudah untuk dideteksi.

Tes antigen Covid 19 mengharuskan pemeriksa menyeka lubang hidung pasien untuk mengumpulkan sampel, tetapi tujuannya bukan untuk mengambil lendir.

Baca Juga: HPN 2022, Ini Kata Dosen Universitas Widyatama

“Banyak orang berpikir menggali sedalam mungkin. Itu sebenarnya dapat menyebabkan beberapa hasil positif palsu. Ingus, rambut, darah, dan tambahan lainnya dapat mengganggu kemampuan tes untuk mengidentifikasi antigen SARS-CoV-2," kata Baird.

Walau begitu, standar emas pengujian Covid 19 yakni dengan tes PCR atau juga dikenal sebagai pengujian molekuler, ungkap pakar kesehatan dari Johns Hopkins Center for Health Security, Gigi Gronvall, Ph.D.

Namun, tes antigen bisa sama sensitifnya dengan tes PCR ketika seseorang mengalami gejala.

Baca Juga: Sinopsis Ghost Doctor Episode 13: Kelelahan, Jang Se Jin Pingsan Saat Periksa Cha Young Min

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, meskipun spesifisitas tinggi dari tes antigen, hasil positif palsu bisa saja terjadi.

"Secara umum, untuk semua tes diagnostik, semakin rendah prevalensi infeksi di masyarakat, semakin tinggi proporsi hasil tes positif palsu,” ungkap CDC.***


Editor : inilahkoran