Gegara Tes Alat Torch, Sebuah Rumah di Melong Cimahi Ludes Terbakar

Akibat mengetes alat torch sebuah rumah di Melong Kota CImahi terbakar dan untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut

Gegara Tes Alat Torch, Sebuah Rumah di Melong Cimahi Ludes Terbakar
Petugas kebakaran Kota Cimahi tengah mengecek usai melakukan pemadaman di kawasan Melong, Jumat (7/6/2026) dini hari.

INILAHKORAN.ID – Sebuah peristiwa kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk, Jalan Bungur 9, RT03/15, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Jumat (5/6/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi saat warga sedang terlelap tidur ini dipicu oleh kelalaian saat melakukan pengetesan alat penyala api atau torch, yang dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan rumah tinggal. Beruntung tidak ada korban jiwa, meski tiga orang mengalami luka-luka dan puluhan juta harta benda ludes terbakar.

Kepala Seksi Penanggulangan kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana menjelaskan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 00.45 WIB dan warga yang panik segera melaporkan kejadian ke petugas dan laporan resmi diterima pada pukul 01.06 WIB.

Hanya berselisih 11 menit, tepatnya pukul 01.17 WIB, pasukan pemadam yang terdiri dari 3 unit mobil pancar dan 1 unit kendaraan penolong dengan kekuatan 12 personel sudah tiba di lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

"Objek yang terbakar itu rumah milik Aldri dengan luas bangunan 140 meter persegi. Dari luas tersebut, sekitar 82 meter persegi atau lebih dari separuh bangunan hangus dilalap si jago merah," kata Aep.

"Berdasarkan keterangan di lokasi, penyebabnya adalah percikan api saat pemilik rumah sedang mengetes alat torch yang terhubung dengan tabung gas portabel di dalam kamar. Api kecil itu menyambar kasur busa yang mudah terbakar, lalu membesar dengan sangat cepat hingga tak terkendali," ungkapnya.

Aep mengakui proses penanganan mengalami sejumlah kendala teknis dan geografis yang cukup serius. Sebelum petugas tiba, upaya pemadaman secara swadaya oleh warga sudah dilakukan namun gagal lantaran jilatan lidah api yang terlalu cepat.

"Karena okasi kebakaran berada di dalam gang sempit sepanjang 360 meter yang padat di kedua sisinya, membuat pergerakan petugas dan kendaraan menjadi sangat sulit," ujarnya.

Belum lagi, sambung Aep, saat proses penyemprotan air berlangsung, selang pemadam mengalami kebocoran sehingga tekanan air berkurang dan kegiatan pemadaman sempat terhambat.

"Akses sempit dan selang yang bocor jadi penghambat utama. Namun berkat kerja keras personel dan bantuan warga, alhamdulillah akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 02.20 WIB," tambahnya.

Akibat peristiwa ini, sebut Aep, ada tiga orang menderita luka-luka. Di antaranya Aldri (45) dan Sherly (32) mengalami luka ringan, serta Rivaldo (22) yang mengalami luka sedang.

Sementara itu, sebanyak 12 jiwa lainnya yang berada di dalam dan sekitar lokasi berhasil dievakuasi dan diselamatkan.

"Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta, yang terdiri dari kerusakan bangunan senilai Rp150 juta dan isi rumah sebesar Rp50 juta," sebutnya.

Kendati demikian, upaya cepat petugas berhasil menyelamatkan 4 bangunan lain senilai Rp400 juta beserta isinya senilai Rp150 juta agar tidak ikut terbakar habis.

Aep mengimbau kepada seluruh warga Kota Cimahi agar lebih waspada dan berhati-hati, terutama saat menggunakan alat yang berpotensi memicu percikan api atau tabung gas portabel.

Menurutnya, aktivitas seperti pengecekan atau pengetesan alat sebaiknya dilakukan di ruang terbuka, bukan di dalam ruangan tertutup yang berisi banyak barang mudah terbakar.

"Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi kita semua agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kerugian besar dan membahayakan nyawa orang lain," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti