Guru Besar IPB University Sebut Teknologi Reproduksi Tingkatkan Populasi dan Kualitas Genetik Kuda di Indonesia

Guru Besar Tetap Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University Amrozi mengatakan, teknologi reproduksi canggih untuk industri peternakan kuda nasional membuat kemajuan pesat populasi dan kualitas kuda. 

Guru Besar IPB University Sebut Teknologi Reproduksi Tingkatkan Populasi dan Kualitas Genetik Kuda di Indonesia
"Ada peran penting teknologi reproduksi untuk meningkatkan populasi dan kualitas kuda. Bahwa populasi kuda berkualitas meningkat signifikan sejak tahun 2006 lalu. Kenaikan jumlah kuda hebat terlihat jelas pada babak penyisihan ajang bergengsi Indonesian Derby," kata Amrozi, Minggu 25 Januari 2026. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Guru Besar Tetap Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University Amrozi mengatakan, teknologi reproduksi canggih untuk industri peternakan kuda nasional membuat kemajuan pesat populasi dan kualitas kuda. 

"Ada peran penting teknologi reproduksi untuk meningkatkan populasi dan kualitas kuda. Bahwa populasi kuda berkualitas meningkat signifikan sejak tahun 2006 lalu. Kenaikan jumlah kuda hebat terlihat jelas pada babak penyisihan ajang bergengsi Indonesian Derby," kata Amrozi, Minggu 25 Januari 2026.

Amrozi memaparkan, pertumbuhan ini memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi industri olahraga berkuda nasional.

"Penyisihan untuk kelas paling hebat kudanya sudah mencapai empat race saat tahun 2025," terangnya.

Amrozi menjelaskan, keberhasilan ini bermula dari penggunaan ultrasonografi (USG) untuk menentukan waktu tepat proses perkawinan kuda. Bahwa teknik inseminasi buatan jauh lebih aman bagi keselamatan kuda. Akurasi kebuntingan juga menjadi lebih terjamin melalui bantuan alat pemantauan status reproduksi yang modern.

"Inseminasi buatan ini aman karena pejantan agresif kadang menyebabkan cedera atau bahkan meninggal. Teknologi terus berkembang melalui program Transfer Embrio yang melibatkan laboratorium canggih. Program inovatif ini telah berjalan sejak tahun 2022 bersama Aragon Stable dan King Halim. Kerja sama ini dilakukan di Unit Rehabilitasi Reproduksi serta laboratorium Assisted Reproductive Technology. Kuda tetap bertanding tapi embrio diambil kemudian kita tanamkan di kuda yang lain," jelasnya.

Amrozi memaparkan, teknik tersebut memungkinkan kuda atlet tetap bertanding sambil memproduksi keturunan unggul melalui resipien. Indonesia kini memiliki Kuda Pacu Indonesia yang merupakan hasil persilangan hingga generasi ketujuh. Bibit unggul ini menjadi kebanggaan nasional yang setara dengan kualitas kuda hebat luar negeri.

"Artinya sudah ada peningkatan populasi kuda berkualitas hampir dua ratus persen bagi masyarakat. Upaya peningkatan kualitas genetik ini juga didukung melalui kaderisasi dokter hewan di lingkungan kampus. Saya berharap keahlian reproduksi kuda tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Saya ingin seluruh sentra kuda memiliki tenaga ahli kesehatan reproduksi yang mumpuni. Proses kaderisasi bagi pertumbuhan dokter hewan bidang kuda juga merupakan hal sangat penting," paparnya.


Editor : Doni Ramdhani