Hanura Jabar Konsolidasikan Kader, Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Barat menggelar rapat koordinasi besar, melibatkan seluruh jajaran pengurus DPD dan DPC, sebagai langkah awal konsolidasi untuk menatap Pemilu 2029.

Hanura Jabar Konsolidasikan Kader, Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029
DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Barat menggelar rapat koordinasi besar, melibatkan seluruh jajaran pengurus DPD dan DPC, sebagai langkah awal konsolidasi untuk menatap Pemilu 2029.

INILAHKORAN, Bandung - DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Barat menggelar rapat koordinasi besar, melibatkan seluruh jajaran pengurus DPD dan DPC, sebagai langkah awal konsolidasi untuk menatap Pemilu 2029.

Ketua DPD Hanura Jabar Dian Rahadian mengatakan, konsolidasi ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian dari upaya serius memperkuat kaderisasi dan struktur kepengurusan hingga ke akar rumput. 

Sebab menurutnya, kesiapan organisasi penting dalam menghadapi perubahan sistem Pemilu yang direncanakan berlaku pada 2029 dan 2031.

“Ini adalah titik awal bagi Hanura untuk kembali mengonsolidasikan pengurus dan anggotanya se-Jawa Barat. Kita ingin memperbaiki kegagalan pada Pemilu yang lalu dan mempersiapkan diri lebih baik ke depan,” ujar Dian usai rapat koordinasi di Kantor Sekretariat Partai Hanura Jabar, Kota Bandung, Selasa 5 Agustus 2025.

Dalam rakor tersebut, Hanura Jabar juga membahas rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan digelar dalam waktu dekat. Dian mengisyaratkan, kemungkinan adanya evaluasi hingga perombakan struktur kepengurusan di tingkat daerah dan cabang.

“Mungkin akan ada perbaikan atau penyegaran di DPC dan DPD. Kita pelajari secara seksama demi mempersiapkan partai menghadapi verifikasi faktual dan Pemilu mendatang,” ucapnya.

Terlepas dari itu, konsolidasi penguatan kader harus dilakukan supaya mampu menorehkan hasil positif di Pemilu 2029. Menghentikan catatan minor di Pemilu 2019 dan 2024 silam.

“Dengan konsolidasi ini, kami melihat semangat kader di Jawa Barat bangkit kembali. Ini modal penting untuk kembali meraih kejayaan Hanura,” kata Dian.

Dian mengingatkan, Jabar adalah provinsi strategis dalam setiap kontestasi politik nasional. Dengan 35 juta pemilih dan 91 kursi DPRD provinsi yang diperebutkan, posisi Hanura di Jabar tidak bisa diserahkan pada strategi yang lemah atau kepemimpinan yang dipilih secara sembarangan.

“Jawa Barat ini adalah medan pertempuran semua partai. Kita harus hati-hati dan solid dalam menentukan kepemimpinan ke depan. Semua harus didasarkan pada musyawarah dan aspirasi kader, tetapi rekomendasi DPP tetap menjadi penentu akhir,” tegasnya.

Sebab itu, Hanura Jabar juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi sebagai pondasi utama kebangkitan partai. Program kaderisasi akan segera dijalankan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Partai juga akan menyiapkan langkah-langkah strategis dalam perumusan program kerja untuk menghadapi Pemilu 2029 dan 2031.

“Kalau semangat itu masih ada, itu jadi modal utama. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita menjaga semangat itu, memperbaiki struktur, dan fokus pada kaderisasi sejak dini,” ucapnya.

Dengan langkah konsolidatif yang tengah dijalankan, Hanura Jawa Barat menunjukkan keseriusan untuk kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan, sekaligus merebut kembali kejayaan yang sempat diraih di masa lalu.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Hanura Patrice Rio Capella mengingatkan seluruh kader, agar menjaga semangat perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa hasil Musyawarah Nasional membawa arah baru bagi Hanura, termasuk dalam hal penentuan kepemimpinan di daerah.

"Jadi kita biarkan dinamika ini berjalan dengan baik karena kita tidak ingin mematahkan, menyumbat kader yang ingin maju menjadi ketua. Kita buka seluas-luasnya," ujar Rio.

Ia juga mengapresiasi semangat para kader Hanura Jabar, yang tetap solid dan antusias, meski sebelumnya sempat dilanda kelesuan akibat hasil pemilu lalu. Rio optimis, dengan konsolidasi menyeluruh dan semangat baru, Hanura dapat kembali merebut kursi di DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota.***


Editor : JakaPermana