Hasil Pengawasan Jelang Ramadan 1446 H, UPTD Metrologi Cimahi Pastikan Takaran BBM di SPBU Masih Sesuai Standar

Jelang Ramadan 1446 Hijriah, UPTD Metrologi Kota Cimahi melakukan pengawasan dan uji tera Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya.

Hasil Pengawasan Jelang Ramadan 1446 H, UPTD Metrologi Cimahi Pastikan Takaran BBM di SPBU Masih Sesuai Standar
Uji ulang takaran BBM tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa volume BBM yang diberi masyarakat sesuai dengan takaran yang telah ditentukan. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Jelang Ramadan 1446 Hijriah, UPTD Metrologi Kota Cimahi melakukan pengawasan dan uji tera Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya.

Uji ulang takaran BBM tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa volume BBM yang diberi masyarakat sesuai dengan takaran yang telah ditentukan.

"Jadi, kita lakukan pengisian bejana ukur standar 20 liter, lalu kita ukur berapa minusnya. Dari tiga kali pengujian, hasilnya -10 mm, -30 mm, dan -30 mm," kata Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Cimahi, Reni Septia Syam, Jumat 28 Februari 2025.

Reni menjelaskan, batas kesalahan yang diizinkan sesuai dengan Standar Pelayanan (SP) adalah ±100 mm. 

Artinya, sambung Reni,  hasil pengujian tersebut masih berada dalam batas toleransi yang diperbolehkan.  

"Kami baru melakukan tera ulang pada November 2024 lalu, sehingga masa berlakunya masih sampai November 2025," jelasnya.  

Selain melakukan uji takaran, sambung Reni, pihaknya juga memeriksa segel pada pompa BBM di SPBU. 

Menurutnya, pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada manipulasi takaran yang merugikan konsumen.  

"Setiap kali kami melakukan tera, kami juga mengecek segel pada badan ukur yang ada di dalam mesin pompa. Hari ini segel-segel tersebut masih terpasang utuh, tidak ada yang putus atau rusak," bebernya.

Reni menyebut, ada sejumlah modus yang biasa digunakan SPBU nakal dalam memanipulasi takaran BBM. 

Salah satunya adalah penggunaan alat tambahan untuk mengubah sistem penghitungan volume.  

"Biasanya, SPBU yang curang menggunakan alat tambahan untuk memanipulasi pulser. Pulser ini bertugas mengonversi volume BBM yang keluar dari pompa," sebutnya. 

"Dengan alat tambahan ini, jumlah BBM yang keluar bisa dikurangi tanpa terlihat," sambungnya.

Kendati demikian, tegas Reni, hasil dari pengawasan yang dlakukan kali ini menunjukan SPBU di Kota Cimahi masih aman.

"Sejauh ini kami tidak menemukan adanya indikasi kecurangan," ujarnya. 


Editor : Doni Ramdhani