Haul di Situbondo: Ratusan Ribu Jemaah Berselawat Nariyah untuk Keselamatan Bangsa

Ratusan ribu masyarakat dan jemaah selawat nariyah dari berbagai daerah berkumpul untuk bersalawat bersama sekaligus mendoakan kebaikan bangsa

Haul di Situbondo: Ratusan Ribu Jemaah Berselawat Nariyah untuk Keselamatan Bangsa
Kerumunan jamaah selawat nariyah berdoa bersama dalam acara Haul Masyayikh di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Minggu (19/7/2026) ANTARA

INILAHKORAN.ID - Ratusan ribu masyarakat dan jemaah salawat nariyah dari berbagai daerah berkumpul untuk bersalawat bersama sekaligus mendoakan kebaikan bangsa dalam acara Haul Masyayikh yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (18/7/2026).

Bupati Situbondo sekaligus Ketua Panitia Haul Masyayikh Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan mendoakan para ulama, tokoh masyarakat, serta kiai se-Nusantara yang telah wafat, sekaligus untuk meneladani perjuangan para pendahulu.

"Tentu harapan utamanya melalui Haul Masyayikh ini adalah mendoakan para masyayikh dan tokoh masyarakat se-Nusantara agar kita semua mendapatkan berkah. Selain itu, kami juga mendoakan agar bangsa Indonesia menjadi lebih baik," katanya kepada wartawan di Situbondo, seperti dikutip dari Antara.

Rio menambahkan, kegiatan doa bersama untuk para kiai, guru, dan pendahulu ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, K.H.R. Moh. Kholil As'ad Syamsul Arifin.

Menurutnya, Haul Masyayikh tahun ini dihadiri oleh para pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur serta jemaah selawat nariyah dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Jakarta dan Kalimantan.

"Kegiatan ini sama sekali tidak menggunakan dana dari APBD, melainkan murni hasil patungan atau urunan dari seluruh jemaah selawat nariyah," jelas Rio.

Sementara itu, ulama muda karismatik, K.H. Muhammad Abdur Rahman Al Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar, dalam tausiyahnya mengajak seluruh jemaah untuk konsisten mengamalkan selawat nariyah.

"Betapa bijaksananya guru kita, dari sekian banyak selawat, yang disarankan untuk diamalkan secara konsisten adalah selawat nariyah," tutur putra Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri tersebut.

Gus Kautsar menjelaskan, dengan konsisten mengamalkan selawat nariyah, Allah SWT akan memberikan kemudahan atas apa yang diinginkan atau dicita-citakan, serta menjauhkan umat dari kemelaratan dan kelemahan.

"Kenapa disebut nariyah? Karena semua permohonan kita akan cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak usah banyak-banyak, cukup diamalkan 11 kali dalam sehari, insya-Allah rezeki kita tidak akan ada habisnya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pada dasarnya setiap umat Islam memiliki keinginan yang sama, yaitu selamat di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, memperbanyak amalan selawat nariyah akan mendatangkan ampunan dari Allah SWT atas segala kekhilafan.

"Kita ini adalah orang yang ingin selamat di dunia dan akhirat. Kita ini manusia yang banyak salah, mudah tergoda, dan sering lalai. Namun dengan banyak berselawat, insya-Allah kita akan diselamatkan dan diampuni oleh Allah SWT," tuturnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Haul Masyayikh ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pengasuh pondok pesantren terkemuka di Jawa Timur. Di antaranya adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo K.H. Moh. Zuhri Zaini, mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Bupati Bondowoso K.H. Abd. Hamid Wahid, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.


Editor : Ahmad Sayuti