Ledakan Diduga Mercon Guncang Situbondo, 1 Tewas 6 Luka Bakar
permukiman warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo diguncang ledakan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - ledakan hebat mengguncang permukiman warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu 18 Februari 2026. Insiden tersebut diduga berasal dari bubuk petasan (mercon) yang disimpan atau diproduksi di dalam rumah warga.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, bertepatan dengan waktu azan zuhur. Dentuman keras terdengar hingga radius sekitar 1 kilometer dan membuat warga sekitar panik berhamburan keluar rumah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pusat ledakan diduga berasal dari rumah milik seorang warga bernama Kulsum (60). Akibat ledakan tersebut, rumah utama rata dengan tanah.
Selain itu, sedikitnya lima hingga tujuh rumah di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
1 Orang Tewas, 6 Warga Alami Luka Bakar
Insiden ledakan ini mengakibatkan tujuh orang menjadi korban. Seorang pria bernama Supriyadi dilaporkan meninggal dunia setelah ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan.
Enam korban lainnya mengalami luka-luka, mayoritas luka bakar. Seorang remaja berinisial A (15) mengalami luka bakar hingga 90 persen dan dalam kondisi kritis sehingga dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem.
Sementara itu, pemilik rumah mengalami patah kaki kanan serta luka bakar. Korban lainnya dirawat di RSUD Asembagus.
Polisi Pasang Garis Polisi, Tim Jihandak Diterjunkan
Aparat dari Polres Situbondo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi di sekitar lokasi ledakan.
Untuk mengantisipasi adanya sisa bahan peledak yang masih aktif, tim penjinak bom dari Brimob juga diterjunkan ke lokasi guna memastikan area aman dari potensi ledakan susulan.
Hingga kini, polisi masih mendalami asal-usul bubuk petasan yang diduga disimpan dalam jumlah besar tersebut. Aparat juga menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aktivitas produksi petasan ilegal.
Editor : Firda Rachmawati

