Imbas Ledakan Bom di Dadaha, Viman Perintahkan Pengawasan dan Kurasi PKL Diperketat
Pengawasan dan pengaturan PKL di komplek olah raga Dadaha Kota Tasikmalaya bakal diperketat Pemkot
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan peristiwa ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha harus menjadi momentum evaluasi bersama untuk meningkatkan keamanan, pengawasan, serta penataan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Menurut Viman, penanganan kasus ledakan saat ini sepenuhnya masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Densus 88 Antiteror dan Satbrimob. Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kasus tersebut.
“Kasusnya sedang diproses oleh kepolisian. Dari Kesbangpol juga sudah menyampaikan kepada saya terkait kronologi dan perkembangan kejadian,” kata Viman, Senin, (13/7/2026).
Di sisi lain, Pemkot Tasikmalaya memastikan aktivitas masyarakat di kawasan Dadaha tetap berjalan dengan aman dan nyaman. Koordinasi juga dilakukan bersama UPTD Dadaha untuk menjaga kondusivitas kawasan yang menjadi pusat olahraga sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat tersebut.
Viman menilai kejadian tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi, termasuk dalam penataan dan pengawasan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan Dadaha. Ia meminta proses kurasi terhadap PKL dilakukan lebih optimal agar aktivitas ekonomi tetap tertata dengan baik.
“Ini menjadi momentum agar PKL benar-benar dikurasi dan dipilih sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Untuk menindaklanjuti hal itu, Pemkot Tasikmalaya akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari UPTD Dadaha, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, Satpol PP hingga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Selain penataan kawasan, Viman juga menginstruksikan peningkatan patroli dan pengawasan di ruang-ruang publik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.
“Patroli harus lebih intens dan lebih sering dilakukan. Saya sudah mengoordinasikan hal tersebut,” katanya.
Ia juga meminta Kesbangpol melakukan pemetaan dan pembinaan sumber daya manusia di berbagai kawasan publik, tidak hanya di Dadaha. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh sebagai bagian dari menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat.
Terkait kondisi Dadaha yang kerap dinilai semrawut akibat tingginya aktivitas perdagangan, Viman menyebut hal tersebut merupakan konsekuensi dari berkembangnya pusat ekonomi masyarakat. Namun demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah penataan jangka panjang.
Ia mengungkapkan, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemkot Tasikmalaya telah mengkaji berbagai opsi pengelolaan dan pengembangan kawasan Dadaha, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga maupun skema bisnis yang dapat mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan tersebut.
“Dadaha adalah sarana olahraga sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi. Tantangannya adalah bagaimana kawasan ini tetap tertata tanpa menghambat aktivitas masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

