Penertiban PKL di Jogging Track Dadaha Dimulai

Pemkot Tasikmalaya mulai melakukan penertiban dan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan jogging track Kompleks Olahraga Dadaha. 

Penertiban PKL di Jogging Track Dadaha Dimulai
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Tim Penataan Dadaha saat mengangkut lapak PKL di area jogging track kompleks olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Tasikmalaya mulai melakukan penertiban dan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan jogging track Kompleks Olahraga Dadaha

Penataan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan kesempatan kepada pedagang untuk memindahkan aktivitasnya secara mandiri.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, penataan kawasan Dadaha merupakan salah satu prioritas Pemkot Tasikmalaya untuk menciptakan kawasan olahraga yang lebih tertib, nyaman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Menurut Viman, sosialisasi kepada para pedagang telah dilakukan sejak sehari sebelum penertiban. Pedagang yang masih berjualan di kawasan jogging track diarahkan untuk memindahkan aktivitas mereka ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

"Yang masih berjualan di sana kita lakukan sosialisasi dimulai hari kemarin. Mereka akan memindahkan secara mandiri," kata Viman, Jumat (7/8/2026).

Dia menegaskan, penataan tersebut tidak semata-mata bertujuan menghilangkan aktivitas perdagangan. Pemkot Tasikmalaya justru menyiapkan lokasi khusus berjualan agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya tanpa mengganggu fungsi jogging track.

"Kami juga telah menyiapkan lokasi yang memang untuk berjualan, dengan tidak mengurangi pendapatan mereka. Dibuat lebih nyaman, juga nanti pengunjung Dadaha ada di lokasi tempat berjualan mereka," ujarnya.

Viman menyebut proses penataan dilakukan secara bertahap. Dalam tahap awal, petugas juga menemukan sejumlah lapak atau barang dagangan yang sudah tidak digunakan, tetapi masih berada di kawasan jogging track.

"Ini bertahap ya. Ada yang sudah tidak terpakai, ada pedagang yang sudah tidak terpakai tapi barangnya masih di sana. Nanti bertahap," katanya.

Penataan PKL tersebut menjadi bagian dari rencana besar Pemkot Tasikmalaya dalam membenahi kawasan Dadaha. Pemerintah telah memiliki masterplan yang mengatur sejumlah zona, mulai dari lokasi perdagangan, area parkir hingga kawasan olahraga.

"Masterplan-nya sudah ada, di mana tempat jualan, parkiran, kawasan olahraga, sedang disempurnakan. Semua dibuat nyaman, termasuk wisata selfie, PAD juga nanti bisa lebih optimal, kebahagiaan lebih baik," tutur Viman.

Sebelumnya, Pemkot Tasikmalaya juga telah melakukan penataan terhadap sejumlah fasilitas di kawasan Dadaha. Salah satunya menutup lokasi stasiun peralihan antara atau spa sampah yang dinilai kurang sesuai karena berada berdekatan dengan shelter, area kuliner, dan fasilitas olahraga.

"Hari ini kegiatan rutin Pemkot dan juga beberapa instansi, pemangku kepentingan, kolaborasi. Hari Jumat kita melakukan Indonesia Asri, termasuk di dalamnya ada Tasik Gemas dan Tasik Resik. Kegiatan hari ini ada di Dadaha, kita olahraga, bersih-bersih," kata Viman.

Penataan kawasan Dadaha diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang lebih tertib dan nyaman, sekaligus tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menjalankan aktivitas ekonominya di lokasi yang telah ditentukan.


Editor : Doni Ramdhani