Hidupkan Suasana Malam, Pemkot Bandung Sulap Pasar Baru Jadi Destinasi Wisata Belanja

Pemkot Bandung menyiapkan kawasan Pasar Baru sebagai destinasi wisata belanja malam hari yang menghadirkan kuliner, fesyen, serta perbaikan infrastruktur jalan

Hidupkan Suasana Malam, Pemkot Bandung Sulap Pasar Baru Jadi Destinasi Wisata Belanja
: Kawasan Pasar Baru Bandung yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata belanja dengan aktivitas ekonomi hingga malam hari.

INILAHKORAN.ID - Pasar Baru disiapkan menjadi kawasan wisata belanja yang tidak hanya ramai pada siang hari, tetapi juga memiliki aktivitas ekonomi hingga malam

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ingin mengubah kawasan tersebut, menjadi ruang yang lebih hidup dengan menghadirkan konsep kuliner, fesyen dan berbagai produk kreatif.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pengembangan Pasar Baru dilakukan untuk memperkuat daya tarik wisata belanja di Kota Bandung. Selama ini aktivitas perdagangan di kawasan tersebut, lebih banyak berlangsung sejak pagi hingga sore.

Pasar Baru sebagai salah satu kawasan yang akan kita kembangkan sebagai wisata belanja. wisata belanja ini kan kalau sekarang kan pagi sampai sore. Nah nanti kita akan mengembangkan sebuah konsep di mana malam sekalipun Pasar Baru tetap hidup,” kata Farhan, Jumat (7/7/2026).

Dia menyebut, aktivitas malam di kawasan Pasar Baru nantinya dapat diisi dengan berbagai kegiatan ekonomi yang mendukung karakter kawasan tersebut. Tidak hanya perdagangan, tetapi juga kuliner dan produk-produk yang dapat menarik wisatawan.

“Bisa kuliner, bisa merchandise,” ucapnya.

Menurut Farhan, pengembangan kawasan Pasar Baru juga akan berdampak terhadap wilayah penyangga di sekitarnya. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Tamin, Jalan Belakang Pasar, Jalan Pecinan Lama, Jalan ABC hingga Jalan Suniaraja akan dipersiapkan agar mendukung kawasan wisata belanja tersebut.

Dia memastikan, perbaikan infrastruktur di kawasan sekitar Pasar Baru menjadi salah satu langkah awal yang akan dilakukan Pemkot Bandung. Perbaikan jalan tersebut, diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang.

“Sesuai janji saya kepada pak gubernur, jalan-jalan di seputaran Jalan Otista akan kita perbaiki dengan cepat. Jalan Tamin, Jalan Belakang Pasar, Jalan Pecinan Lama, Jalan ABC, Jalan Suniaraja semua akan kita muluskan dulu,” ujar dia.

Farhan menjelaskan, khusus untuk Jalan Otista belum masuk dalam paket perbaikan awal karena ruas tersebut akan terhubung dengan rencana pembangunan infrastruktur transportasi bus rapid transit (BRT) oleh pemerintah pusat.

“Kenapa Otistanya tidak dimuluskan dulu, karena Otista akan masuk ke dalam paket perbaikan infrastruktur BRT oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Selain memperbaiki akses jalan, dia juga melihat kawasan penyangga Pasar Baru memiliki potensi ekonomi yang besar. Area seperti Tamin dan Pecinan Lama, dapat dikembangkan menjadi ruang usaha baru yang memperkuat citra kawasan lama Kota Bandung.

“Macam-macam, bisa kuliner, merchandise. Kalau saya sih melihatnya, kalau bisa menjual fashion atau sepatu enggak masalah,” tutur dia.

Meski ingin membuat Pasar Baru lebih aktif pada malam hari, Farhan menegaskan kawasan tersebut tidak akan beroperasi selama 24 jam. Pemerintah tetap memperhatikan aspek kebersihan dan pengelolaan kawasan.

Dengan konsep tersebut, pihaknya berharap Pasar Baru tidak hanya menjadi pusat perdagangan. Namun juga berkembang sebagai destinasi wisata belanja, yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.

“Enggak, harus sudah tutup sebelum jam 12 malam supaya ada waktu untuk beres-beres. Karena nanti menyangkut masalah kebersihan Kota Bandung,” tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti