Farhan Evaluasi Kerja Sama Pasar Baru, Kepercayaan Pedagang Jadi Fokus

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengevaluasi kerja sama pengelolaan Pasar Baru dengan fokus memulihkan kepercayaan pedagang dan Pemkot Bandung.

Farhan Evaluasi Kerja Sama Pasar Baru, Kepercayaan Pedagang Jadi Fokus
Wali Kota Bandung Farhan

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, evaluasi kerja sama pengelolaan Pasar Baru diarahkan pada upaya mengembalikan kepercayaan pedagang terhadap pengelola. Kepercayaan pemerintah kota sebagai KPM terhadap BUMD mitra, juga menjadi bagian dari proses evaluasi.

Dia mengatakan, proses review kerja sama saat ini masih berjalan bersama PD Pasar dan PT DAM. Pemerintah kota akan melihat kembali dasar hukum, dan skema pengelolaan yang dapat diterapkan di Pasar Baru.

"Sekarang kita akan melakukan review atau peninjauan ulang, baik bersama PD Pasar maupun PT DAM. Kita akan memastikan lebih dulu dasar hukumnya," kata Farhan, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, beberapa opsi masih terbuka dalam proses pembahasan. Pilihannya mencakup perubahan melalui adendum, masuknya investor baru hingga alternatif penyelesaian manajemen lainnya.

"Apakah perlu adendum, mengundang investor baru atau ada alternatif penyelesaian manajemen lainnya," ucapnya.

evaluasi juga, berkaitan dengan nilai investasi yang pernah dibicarakan dalam kerja sama pengelolaan Pasar Baru. Farhan menilai, nilai investasi itu cukup besar bila dibandingkan dengan kondisi ekonomi setelah pandemi Covid-19.

"Nilai investasi yang sebelumnya dibicarakan juga terlalu besar. Kalau dilakukan sebelum Covid-19 atau ketika tidak ada pandemi, mungkin nilai investasi sebesar itu masih bisa dicapai dengan mudah," ujar dia.

Pandemi Covid-19, lanjut dia memberi dampak besar terhadap kondisi ekonomi dan aktivitas perdagangan. Situasi itu, menjadi salah satu alasan kerja sama pengelolaan Pasar Baru perlu dihitung dan dikaji kembali.

"Tetapi Covid-19 memukul habis-habisan. Karena itu, semuanya harus direview ulang," tuturnya.

Farhan juga membuka kemungkinan masuknya investor baru dalam pengelolaan Pasar Baru. Namun opsi itu belum menjadi keputusan, karena masih menunggu pembahasan mengenai proposal dan bentuk kerja sama yang ditawarkan.

"Mungkin, tergantung pembicaraan. Proposalnya seperti apa nanti, kita akan lihat," ujar dia.

Dia menegaskan, belum ada keputusan final mengenai arah pengelolaan Pasar Baru. Proses pembicaraan masih berlangsung dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi pedagang yang menggantungkan aktivitas ekonominya di kawasan perdagangan itu.

"Terus terang, prosesnya sedang berjalan tetapi belum ada keputusan final. Hal itu menyangkut kepercayaan diri para pedagang, apakah mereka masih bisa berdagang di sini atau tidak," jelasnya.

Selain kepercayaan pedagang, evaluasi juga menyangkut hubungan pemerintah kota sebagai KPM dengan PT DAM sebagai mitra pengelolaan. Hasil pembicaraan, nantinya akan menjadi dasar menentukan langkah lanjutan dalam pengelolaan Pasar Baru.

"Kedua, menyangkut kepercayaan pemerintah kota sebagai KPM terhadap PT DAM sebagai mitra. Jadi, hasil akhirnya sangat tergantung pada proses pembicaraan yang sedang berjalan," tutur dia.

Farhan menegaskan, pemulihan kepercayaan menjadi prinsip utama dalam evaluasi kerja sama. Pedagang diharapkan kembali memiliki keyakinan terhadap pengelola, sementara pemerintah kota perlu memastikan hubungan dengan BUMD berjalan berdasarkan dasar hukum dan skema kerja sama yang jelas.

"Prinsipnya, kita ingin mengembalikan kepercayaan para pedagang terhadap pengelola dan kepercayaan pemerintah kota sebagai KPM terhadap BUMD. Itu prinsipnya," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti