Warga Sambut Positif Rencana Penataan Dadaha, Soroti Parkir, PKL hingga Joging Track

Warga menyambut baik rencana Pemkot Tasikmalaya merevitalisasi kawasan Dadaha

Warga Sambut Positif Rencana Penataan Dadaha, Soroti Parkir, PKL hingga  Joging Track
Rencana Pemerintah Kota Tasikmalaya menata kawasan Kompleks Olahraga Dadaha mendapat respons positif dari masyarakat. N Nurohman

INILAHKORAN.ID - Rencana Pemerintah Kota Tasikmalaya menata kawasan Kompleks Olahraga Dadaha mendapat respons positif dari masyarakat. 

Warga menilai pembenahan diperlukan agar kawasan olahraga sekaligus ruang publik tersebut menjadi lebih tertib, nyaman, dan tetap dapat dimanfaatkan oleh semua pihak.

Azni (18), warga Kecamatan Bungursari, mengaku mendukung langkah pemerintah karena selama ini masih terdapat sejumlah persoalan yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Menurutnya, penataan parkir dan keberadaan pedagang menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.

"Enggak apa-apa, justru lebih bagus kalau ditata supaya lebih rapi. Saya kalau ke Dadaha sering jogging sekaligus jajan, tapi parkirnya masih belum tertata," ujar Azni, Kamis (30/7/2026).

Ia juga menilai banyak pedagang yang berjualan hingga memanfaatkan trotoar sehingga ruang pejalan kaki menjadi sempit. Kondisi tersebut, menurutnya, kerap memicu kemacetan di sejumlah titik. 

Selain itu, aktivitas pedagang yang semakin mendekati jogging track dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat saat berolahraga.

"Trotoarnya jadi sempit, kadang juga macet. Jogging track juga kalau lari sering terganggu pedagang. Harus dirapikan lagi. Saya sangat mendukung penataan itu," katanya.

Pendapat serupa disampaikan Tiara Safira (20), warga Kecamatan Cipedes. Ia menilai kawasan lingkar Dadaha perlu dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai area olahraga dan ruang publik yang nyaman.

Menurut Tiara, sebagian pedagang kini sudah berjualan hingga mendekati lintasan jogging sehingga mengurangi kenyamanan pengguna. 

Ia juga menyoroti masih rendahnya kepedulian sebagian pengunjung terhadap fasilitas publik, seperti penggunaan rumput sintetis di Alun-alun Dadaha yang seharusnya tidak diinjak menggunakan alas kaki.

"Kalau nanti ditata lagi tentu bagus, supaya warga yang olahraga lebih nyaman. Harapannya Dadaha menjadi lebih rapi, lebih nyaman, dan penataannya dilakukan tanpa ada pihak yang dirugikan," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan penataan kawasan Kompleks Olahraga Dadaha masih dalam tahap pembahasan dan penyusunan konsep. 

Penataan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mencakup pengaturan parkir, penataan pedagang kaki lima (PKL), hingga optimalisasi ruang publik.

Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, mengatakan penataan dilakukan secara komprehensif agar fungsi Dadaha sebagai pusat olahraga, rekreasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih tertib dan seimbang.

Sementara itu, Kepala UPTD Dadaha, Dadang Ismail, menyebut pemetaan pedagang, area parkir, dan tata kelola kawasan telah dilakukan sebagai dasar penyusunan konsep. 

Sejumlah pembenahan juga mulai direalisasikan, di antaranya pemasangan lima kamera pengawas (CCTV), penambahan penerangan jalan umum di beberapa titik, serta pengecatan lorong menuju jogging track melalui kolaborasi lintas sektor.

Di sisi lain, pengelola Dadaha juga masih berupaya mencari solusi terkait pengelolaan sampah setelah penutupan depo sampah Dadaha. 

Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menyiapkan beberapa lokasi alternatif sebagai tempat penampungan sementara guna mendukung kebersihan kawasan selama proses penataan berlangsung.


Editor : Ahmad Sayuti