Sayur Mentah atau Matang? Ini Cara Memasak yang Paling Baik Agar Gizinya Maksimal

Sayur mentah belum tentu lebih sehat. Ketahui cara memasak sayuran yang tepat agar vitamin, antioksidan, dan nutrisi penting tetap terjaga maksimal.

Sayur Mentah atau Matang? Ini Cara Memasak yang Paling Baik Agar Gizinya Maksimal
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Banyak orang masih bingung menentukan cara terbaik mengolah sayuran agar nutrisinya tetap terjaga. Sebagian menganggap sayur mentah lebih sehat, sementara yang lain memilih memasaknya terlebih dahulu.

Padahal, menurut berbagai penelitian, yang paling penting bukan hanya cara memasaknya, melainkan memastikan sayuran benar-benar dikonsumsi, bukan terbuang sia-sia.

Meski demikian, teknik memasak memang berpengaruh terhadap kandungan gizi di dalam sayuran. Menariknya, sayur mentah tidak selalu lebih sehat dibandingkan sayur matang.

Saat dimasak, dinding sel tumbuhan menjadi lebih lunak sehingga tubuh lebih mudah mencerna dan menyerap berbagai nutrisi penting.

Sayuran Matang Bisa Mengandung Nutrisi Lebih Tinggi

Beberapa jenis sayuran justru melepaskan lebih banyak zat gizi setelah dimasak.

Tomat matang, misalnya, mengandung likopen yang lebih mudah diserap tubuh. likopen merupakan antioksidan yang dikaitkan dengan perlindungan terhadap berbagai penyakit kronis, termasuk beberapa jenis kanker.

Begitu pula wortel, labu, dan ubi jalar. Ketika dikukus atau dipanggang, kadar beta-karoten dan karotenoid yang dapat dimanfaatkan tubuh meningkat sehingga membantu melawan peradangan dan menjaga kesehatan mata.

cara memasak sayuran yang Paling Sehat

Untuk mempertahankan kandungan nutrisi, pilih metode memasak yang berlangsung singkat dan menggunakan sedikit air.

Beberapa teknik yang direkomendasikan antara lain:

1. Mengukus sayuran.
2. Memasak menggunakan microwave.
3. Blanching atau merebus singkat selama satu hingga dua menit.

Ketiga metode tersebut mampu meminimalkan hilangnya vitamin sekaligus tidak membutuhkan banyak tambahan minyak.

Hindari Merebus Terlalu Lama

Merebus sayuran dalam waktu lama sebaiknya dihindari.

Vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C, vitamin B1, dan asam folat, dapat larut ke dalam air rebusan sehingga jumlah yang dikonsumsi menjadi berkurang.

Jika tetap merebus sayur, manfaatkan air rebusannya sebagai kuah sup agar nutrisi yang larut tidak terbuang percuma.

Tambahkan Sedikit Minyak agar Vitamin Lebih Mudah Diserap

Menggunakan sedikit minyak saat memasak ternyata juga memberikan manfaat.

Lemak membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K, yang banyak terdapat pada sayuran hijau, wortel, hingga jamur.

Untuk menumis, gunakan minyak secukupnya agar sayuran tidak lengket di wajan. Sementara itu, memanggang membutuhkan sedikit lebih banyak minyak dan waktu, tetapi mampu mengeluarkan rasa manis alami sayuran sehingga lebih nikmat disantap.

Pada akhirnya, memilih cara memasak yang tepat bukan hanya menjaga kandungan gizi, tetapi juga membuat sayuran terasa lebih lezat. Dengan begitu, kebiasaan mengonsumsi sayur setiap hari akan lebih mudah diterapkan oleh seluruh anggota keluarga.***


Editor : JakaPermana