Kisah Cucu Kurniawan, Kehilangan Istri dan Menantu dalam Ledakan Gas Melon

Ledakan gas 3 kg di Bandung menewaskan istri, menantu, dan tetangga Cucu Kurniawan. Empat korban lainnya masih dirawat, sementara bayi lahir selamat.

Kisah Cucu Kurniawan, Kehilangan Istri dan Menantu dalam Ledakan Gas Melon
Kondisi rumah korban ledakan gas 3 Kg di Jalan Sekepeer, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung. (Foto: MG- Windi Astrid)

INILAHKORAN.ID - Sudah beberapa hari berlalu sejak Ledakan merobek sebuah rumah di Jalan Sekepeer, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung. Namun, bagi Cucu Kurniawan, peristiwa itu belum benar-benar menjadi masa lalu.

Ledakan yang terjadi pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WIB itu meninggalkan luka panjang. Tujuh orang menjadi korban. Tiga di antaranya meninggal dunia, termasuk istri dan menantu Cucu bernama Ari, serta seorang tetangganya.

“Istri udah meninggal, menantu udah meninggal, sama tetangga satu,” ujar Cucu saat ditemui INILAH, Kamis (3/9/2026).

Empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Anak dan cucunya menjadi bagian dari mereka yang masih berjuang untuk pulih. Sementara dua korban lainnya, dirawat di rumah sakit berbeda.

“Alhamdulillah anak sama cucu masih dirawat di rumah sakit,” katanya.

Cucu masih mengingat jelas malam ketika kabar buruk itu datang. Saat kejadian, istri, anaknya yang sedang hamil tua, menantu, dan seorang tetangga tengah berkumpul di rumah kerabat yang tak jauh dari kediamannya. Cucu sendiri sedang berada di rumah sakit untuk menengok saudaranya yang mengalami kecelakaan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Ledakan tiba-tiba terdengar dari arah kamar mandi. Rumah kerabat Cucu porak-poranda. Orang-orang yang berada di dalam rumah menjadi korban dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Cucu menerima kabar tersebut dari pengurus RT dan warga. Tanpa menunggu lama, dia bergegas menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi keluarganya. Namun, kabar yang diterimanya bukan hanya tentang kehilangan.

Di tengah luka dan kepanikan, anak Cucu yang sedang mengandung harus segera menjalani operasi caesar. Kondisinya dinilai tidak memungkinkan untuk menunggu lebih lama.

“Anak saya yang mengandung, langsung ditangani, di-caesar gitu. Kondisinya sudah tidak memungkinkan,” kata Cucu.

Operasi itu membawa kabar baik di tengah duka. Bayi laki-laki yang dikandungnya lahir dengan selamat. “Alhamdulillah, lancar. Anaknya yang disesar, alhamdulillah selamat,” katanya.

Ketua RT setempat, Isuryani, mengatakan kebocoran gas diduga telah berlangsung sekitar tiga hari sebelum Ledakan. Informasi itu, kata dia, diketahui dari warga yang berada di sekitar lokasi.

“Itu katanya, kata orang yang ngomong, sudah tiga hari tuh ada gas, gas itu tuh bocor,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas memasak di rumah dihentikan. "Sudah tiga hari. Nggak ada, nggak masak,” katanya.

Gas diduga bocor di sekitar kamar mandi, tak jauh dari lokasi para korban berkumpul. “Dekat, dari dia lagi berkumpul, ada berapa meter, ada semeteran lah ke kamar mandi,” ujar Isuryani.

Menurut keterangan yang diterimanya, percikan api diduga menjadi pemicu Ledakan. Saat itu, seseorang disebut sedang merokok.

“Nggak tahu gas itu tuh nggak ngejewos mungkin ya. Ngerokok, udah ngerokok langsung, ledak,” katanya.

Ledakan tersebut membuat rumah mengalami kerusakan berat. Atap rumah hancur, tetapi tidak sampai terjadi kebakaran besar. “Nggak ada, jadi percikan api aja,” ujar Isuryani.

Bahkan, air dari toren yang berada di bagian atas rumah ikut jatuh setelah Ledakan. “Langsung meledak, langsung air. Air langsung ke bawah,” katanya.

Bagi Isuryani, peristiwa tersebut meninggalkan pesan sederhana tentang bahaya kebocoran gas. Menurut dia, gas yang diduga bocor seharusnya segera dijauhkan dari sumber api dan dibawa ke tempat yang lebih aman.

“Kalau ada gas yang bocor, harus dibawa keluar,” katanya.

Dia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. “Jadi hati-hati, jangan sampai terjadi lagi, terulang lagi,” ujarnya. (Tim Peliput: MG - Windi Astrid/Naila Rahma Aulia)


Editor : Gin gin T Ginulur