Ledakan Elpiji 3 Kg di Lembang, Seorang Pedagang Gas Alami Luka Bakar 80 Persen
Sebuah peristiwa ledakan dahsyat mengguncang kawasan Kampung Ciburial, RT03/06, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jumat (28/8/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah peristiwa ledakan dahsyat mengguncang kawasan Kampung Ciburial, RT03/06, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jumat (28/8/2026).
ledakan bersumber dari tabung gas elpiji 3 kg yang baru saja dipasang di rumah milik Asep Syarifudin. Suara ledakan yang dikatakan sekeras dentuman bom itu merusak bangunan secara parah, melukai tiga orang dan memaksa satu keluarga harus mengungsi.
Kejadian ini kembali menyoroti risiko keselamatan dalam penanganan serta pemasangan tabung gas elpiji yang kerap dianggap sepele, namun berpotensi mematikan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, tabung gas elpiji 3 kg yang baru dibeli sedang dipasang oleh Agus, yang merupakan pedagang elpiji sekaligus orang yang mengantar tabung tersebut ke rumah Asep.
Tak lama setelah pemasangan dilakukan, ledakan terjadi dengan kekuatan yang sangat besar. Bagian bangunan rumah, mulai dari tembok, kaca jendela hingga sejumlah perabotan hancur berantakan.
Suara ledakan dikabarkan terdengar hingga ke rumah-rumah tetangga, membuat warga sekitar panik dan berlarian keluar rumah.
Akibat ledakan tersebut, tiga orang yang berada di lokasi langsung menjadi korban luka-luka. Asep Syarifudin, pemilik rumah, mengalami luka pada bagian tangan dan kaki. Istrinya menderita luka ringan.
Sementara itu, Agus pedagang yang memasang tabung gas mengalami luka bakar yang sangat serius hingga mencapai 80 persen pada tubuhnya.
Dia sempat dibawa ke Klinik Sespim Polri untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun kondisinya memburuk dan kritis setelah dipulangkan, sehingga harus kembali dilarikan menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.
Akibatnya, hampir seluruh isi rumah rusak atau hancur, dengan perkiraan kerugian mencapai lebih dari Rp100 juta. Asep dan keluarganya kini terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara karena rumahnya tidak lagi layak ditinggali.
Pemilik rumah sekaligus korban, Asep Syarifudin menceritakan kronologi kejadian yang bermula saat stok gas di rumahnya habis, sehingga ia membeli tabung elpiji dari Agus yang juga berjualan di sekitar kawasan itu.
Saat pertama kali dipasang, gas diketahui keluar cukup banyak dan tercium kuat, membuat Asep panik dan tabung sempat dibawa keluar rumah. Namun setelah dipastikan tidak ada masalah oleh Agus, tabung dipasang kembali dan kompor dinyalakan.
"Sebelumnya gas di rumah saya habis. Saya beli ke Pak Agus, kemudian dipasang. Saat dipasang, gasnya keluar cukup banyak. Karena panik, tabungnya langsung dibawa keluar," kata Asep, Sabtu (29/8/2026).
"Setelah dipasang lagi, katanya tidak apa-apa. Kemudian kompornya dinyalakan. Mungkin gas yang masih tersisa di dalam rumah cukup banyak, akhirnya terjadi ledakan," ujarnya.
Asep menuturkan ledakan itu terjadi secara tiba-tiba dan sangat dahsyat. Gas yang menguap di ruangan itu langsung terbakar hebat begitu api kompor menyala, menghancurkan benda-benda di sekitarnya dalam sekejap.
"Ledakannya seperti bom. Gasnya seperti menguap dulu, kemudian tiba-tiba meledak. Material di sekitar rumah juga langsung berhamburan," ungkapnya.
Melihat kondisi Agus yang terluka paling parah, Asep sempat berusaha membawanya mendapat pertolongan medis. Namun kerugian yang ia alami juga menghancurkan kehidupannya sehari-hari.
"Pak Agus yang memasang gas, karena memang dia berjualan gas elpiji 3 kilogram di rumah. Kondisinya yang paling parah," tuturnya.
"Barang-barang hampir habis semua, jadi harus mulai dari nol lagi. Kurang lebih kerugiannya mungkin Rp100 juta lebih," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

