Ledakan Mortir Tewaskan 3 Pemulung di Cipatat, Ini Kronologinya

Tiga orang pemulung tewas saat mortir yang mereka temukan meledak, Polsek Cipatat pun mengungkap kronoloinya

Ledakan Mortir Tewaskan 3 Pemulung di Cipatat, Ini Kronologinya
Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani Sapin saat mengunjungi rumah duka korban ledakan mortir di Cipatat, KBB, Rabu (8/7/2026). Foto istimewa

INILAHKORAN.ID - Rabu (8/7/2026) pagi sekitar pukul 10.30 WIB, di Kampung Ciparang RT04/07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diguncang ledakan dahsyat yang merenggut nyawa tiga warga setempat. 

Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani Sapin menyebutkan, ledakan berasal dari amunisi jenis mortir 81 milimeter yang ternyata masih aktif, dan kejadian berlangsung di area persis di samping kediaman salah seorang korban.

Berdasarkan urutan kejadian yang diperoleh dari keterangan saksi mata, ledakan terdengar sangat keras hingga memancing warga sekitar mendatangi lokasi seketika.

"Sesampainya di tempat, ketiga korban sudah tergeletak di tanah, dua orang dinyatakan meninggal dunia di tempat karena luka yang diderita sangat parah, sedangkan satu orang lainnya sempat bernapas namun mengalami luka berat," kata Andriani, Kamis (9/7/2026).

Kemudian, lanjut Andriani, korban yang bertahan sejenak segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, namun sayang nyawanya tidak tertolong dan meninggal dalam perawatan.

"Dugaan sementara kepolisian, ketiga korban yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung membawa amunisi tersebut dari kawasan Pusdikif Cipatat," ujarnya.

Saksi-saksi memastikan, kata Andriani, kelompok warga ini memang kerap memungut selongsong maupun sisa proyektil di sekitar lokasi latihan militer.

Padahal, pihak TNI sudah berulang kali melarang tegas kegiatan tersebut karena risiko bahaya yang mengancam jiwa.

"Penyelidikan kini terus berjalan guna memastikan asal-usul lengkap amunisi serta bagaimana benda berbahaya itu bisa diambil dan dibawa ke pemukiman warga," ujarnya.

Pihak kepolisian kembali tak bosan untuk mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak pernah mengambil, memindahkan, apalagi mengutak-atik benda mencurigakan yang diduga sisa persenjataan.

"Lebih baik segera melapor kepada aparat jika menemukan benda berbahaya tersebut," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti