Klarifikasi Soal Ledakan Mortir, Kapolsek Cipatat: Murni Kecelakaan Akibat UXO Tua
Polsek Cipatat merilis pernyataan resmi guna meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat pasca peristiwa ledakan yang merenggut tiga nyawa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polsek Cipatat merilis pernyataan resmi guna meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat pasca peristiwa ledakan yang merenggut tiga nyawa di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, pada Rabu (8/7/2026).
Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan visual dan koordinasi teknis awal di lokasi, benda yang meledak tergolong amunisi sisa perang atau Unexploded Ordnance (UXO) yang sudah sangat tua.
Objek tersebut berkarat parah dan mengalami korosi karena tertimbun dalam waktu sangat lama di tanah pekarangan luar pemukiman, sehingga kejadian ini murni kecelakaan semata akibat ketidaktahuan korban.
“Korban mencoba membuka paksa benda besi itu dengan cara dipukul keras, yang akhirnya memicu ledakan," kata Andriani, Jumat (10/7/2026).
"Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan aktivitas latihan tempur maupun pengelolaan persediaan amunisi militer yang sedang berlangsung di wilayah ini,” sambungnya.
Sejak peristiwa terjadi, terang Andriani, kepolisian langsung bekerja sama erat dengan unsur TNI, baik Koramil maupun kesatuan militer setempat, untuk mengamankan area kejadian dan menenangkan warga agar tidak terjadi kepanikan.
"Hubungan kerja sama TNI dan Polri di wilayah Cipatat tetap terjaga dengan sangat baik, dan meminta masyarakat tidak mudah percaya isu-isu yang berpotensi merusak keharmonisan antar lembaga keamanan," ujarnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga, terutama pencari barang bekas dan pekerja lapangan, jika menemukan benda berbentuk tabung, lonjong, atau menyerupai peralatan militer yang terbuat dari besi, jangan pernah menyentuh, memindahkan, memukul, atau mencoba membongkarnya sendiri.
"Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Babinsa agar dievakuasi dengan aman oleh tim ahli, guna mencegah tragedi serupa menimpa orang lain," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

