Pemkab Bandung Barat Targetkan 34 Ruas Jalan dan 367 Rumah Diperbaiki pada 2026

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan sejumlah pekerjaan rumah yang ditargetkan rampung pada 2026.

Pemkab Bandung Barat Targetkan 34 Ruas Jalan dan 367 Rumah Diperbaiki pada 2026
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan sejumlah pekerjaan rumah yang ditargetkan rampung pada 2026.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan sejumlah pekerjaan rumah yang ditargetkan rampung pada 2026. Target tersebut disampaikan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Plaza Mekarsari, Senin (17/8/2026).

Jeje menyebut sejumlah program konkret menjadi prioritas pemerintah daerah, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga peningkatan kualitas fasilitas pendidikan dan rumah warga.

Salah satunya adalah perbaikan 34 ruas jalan dan satu jembatan yang menjadi penghubung antar-desa.

Selain itu, Pemkab Bandung Barat menargetkan 367 unit rumah tidak layak huni diperbaiki agar kembali memenuhi standar kelayakan untuk ditempati. Pemerintah daerah juga akan memperbaiki 146 ruang kelas di 79 sekolah dasar (SD) yang tersebar di berbagai kecamatan.

"Langkah ini dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran dan berdasarkan urutan prioritas kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengejar angka, namun memastikan setiap rupiah yang keluar terpakai tepat sasaran," kata Jeje.

Program Sapoé-Sadesa Jadi Pendukung

Jeje mengatakan pendekatan pembangunan tersebut turut diperkuat melalui program Sapoé-Sadesa. Melalui program ini, dirinya bersama jajaran Pemkab Bandung Barat secara rutin turun langsung ke desa-desa untuk mendengarkan keluhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan agar pemerintah dapat melihat secara langsung kondisi infrastruktur maupun fasilitas yang membutuhkan penanganan, sekaligus berdiskusi dengan warga untuk mencari solusi yang realistis.

"Memasuki usia ke-19, Kabupaten Bandung Barat seharusnya semakin dewasa dalam membangun. Dewasa berarti tidak lagi sekadar menghitung jumlah proyek yang selesai, melainkan mengukur seberapa jauh dampaknya terasa di tingkat warga," ungkap Jeje.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi maupun jumlah proyek yang telah diselesaikan.

Pertumbuhan ekonomi yang tercatat dalam statistik, kata Jeje, harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga keluarga di pelosok desa.

Karena itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan gedung harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelayanan Publik Jadi Perhatian

Selain pembangunan fisik, Jeje menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik agar semakin ramah, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Perekonomian masyarakat juga harus terus diperkuat sehingga warga memiliki daya dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Di sisi lain, kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah harus terus dibangun melalui pelaksanaan pembangunan yang transparan dan bertanggung jawab.

"Inilah yang dimaksud dengan Kabupaten Bandung Barat Amanah, membangun sekaligus mempertanggungjawabkan setiap langkahnya," ucapnya.

Jeje menegaskan bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kemerdekaan memberi kita hak untuk menentukan masa depan. Amanah memberi kita kewajiban untuk mengisinya dengan kerja nyata," tandasnya.***


Editor : JakaPermana