7 Fakta Ledakan Mercon di Situbondo yang Tewaskan Satu Warga
Berikut fakta-fakta terkait insiden ledakan di Situbondo
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INIKAHKORAN.ID - Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari bubuk petasan (mercon) mengguncang pemukiman warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Insiden tragis ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan yang signifikan.
Berikut adalah fakta-fakta terkait kejadian tersebut:
1. Waktu Kejadian Saat Azan Zuhur
ledakan besar tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saksi mata menyebutkan bahwa dentuman keras itu bertepatan dengan kumandang azan zuhur.
2. Pusat ledakan di Rumah Warga
Titik ledakan diduga berasal dari rumah milik Ibu Kulsum (60). Rumah tersebut ditengarai menjadi lokasi penyimpanan atau tempat produksi petasan secara ilegal.
3. Daya Ledak Terdengar Radius 1 Kilometer
Kekuatan ledakan dilaporkan sangat masif hingga suaranya terdengar sampai radius 1 kilometer dari lokasi kejadian. Akibatnya, rumah utama rata dengan tanah.
4. Dampak Kerusakan Rumah Sekitar
Selain menghancurkan pusat ledakan, sebanyak 5 hingga 7 rumah warga di sekitarnya juga mengalami kerusakan, mulai dari tingkat ringan hingga berat.
5. Update Korban: 1 Meninggal Dunia
Insiden ini memakan total 7 korban. Seorang pria bernama Supriyadi (50/55) dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan.
6. Enam Orang Mengalami Luka Bakar dan Kritis
Enam korban lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian sebagai berikut:
Abdurrahman (15): Mengalami luka bakar hingga 90% dan dalam kondisi kritis di RSUD dr. Abdoer Rahem.
Ibu Kulsum (60): Pemilik rumah mengalami patah kaki kanan dan luka bakar.
Korban Lain: Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), dan Fino (15/25) tengah menjalani perawatan akibat luka bakar di RSUD Asembagus.
7. Penanganan oleh Tim Jihandak Brimob
Polres Situbondo telah memasang garis polisi untuk olah TKP. Selain itu, Tim Jihandak (Penjinak Bom) dari Brimob dikerahkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada sisa bubuk petasan aktif yang berisiko memicu ledakan susulan.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami asal-usul serbuk petasan dalam jumlah besar tersebut serta menyelidiki keterlibatan pihak lain dalam produksi ilegal ini.
Editor : Firda Rachmawati

