Hei Jerman, Apa Salahnya Ozil Menyukai Turki dan Erdogan?

Apa yang salah jika Mesut Ozil berpose bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelum Piala Dunia lalu? Dia tak mau tahu. Dia kembali menunjukkan rasa cinta terhadap tanah leluhurnya itu

Hei Jerman, Apa Salahnya Ozil Menyukai Turki dan Erdogan?

INILAH, London - Apa yang salah jika Mesut Ozil berpose bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelum Piala Dunia lalu? Dia tak mau tahu. Dia kembali menunjukkan rasa cinta terhadap tanah leluhurnya itu

Kali ini, Mesut Ozil dengan bangga mengenakan kalung bergantungan bendera Turki saat dia sampai di Stadion Emirates, London, Kamis (2/5). Dia ingin menunjukkan sebagai pribadi yang tak mau melupakan leluhurnya.

Mantan pemain nasional berusia 30 tahun itu memang berasal dari darah Turki. Tapi, saat membela Die Mannschaft di 92 penampilannya, termasuk ketika memenangkan Piala Dunia 2014, Mesut Ozil menunjukkan kemampuan terbaiknya demi Jerman.

Tapi, dukungannya terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan mengakibatkan kontroversi. Terutama ketika dia berfoto bersama pimpinan negara Turki itu menjelang Piala Dunia lalu.

Dia mendapat serangan rasialis dari publik Jerman hanya karena berfoto bersama Erdogan. Sialnya, Federasi Sepak Bola Jerman (DBF) tak memberikan pembelaan apa-apa. Itulah salah satu yang membuatnya memutuskan berhenti membela tim nasional Jerman meski usianya belum terlalu tua untuk pemain bola.

Ozil adalah pemain Jerman berdarah Turki. Dia dituduh mengendorse Erdogan, pemimpin berusia 65 tahun yang dicintai masyarakat Turki saat memasuki proses pemilihan presiden. Ozil menyebutkan pertemuannya dengan Erdogan lebih banyak membahas soal sepak bola.

Setelah mundur, terutama karena pernyataan rasial dari Presiden DFB, Reinhard Grindel, Ozil kini tak malu-malu lagi menunjukkan identitas asalnya sebagai Turki. Maret lalu, misalnya, dia mengundang Erdogan sebagai tamu istimewanya saat menikah dengan Amine Gulse, sesuatu yang membuat marah publik Jerman.

Kali ini, dia menunjukkan loyalitasnya kepada negeri leluhurnya itu kembali. Dia menggunakan kalung dengan menggunakan gantungan menyerupai bendera Turki.
 


Editor : Zulfirman