Hendak Ambil Alat Pancing, Pemuda 19 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Cidurian Bandung

Pemuda 19 tahun tewas tenggelam di Sungai Cidurian, Bandung, saat hendak mengambil alat pancing. Tim rescue mengevakuasi korban menggunakan SCUBA.

Hendak Ambil Alat Pancing, Pemuda 19 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Cidurian Bandung
Pemuda 19 tahun tewas tenggelam di Sungai Cidurian, Bandung, saat hendak mengambil alat pancing. Tim rescue mengevakuasi korban menggunakan SCUBA.

INILAHKORAN– Seorang pemuda berinisial D (19) tewas tenggelam di Sungai Cidurian, tepatnya di sekitar Curug Kawung Leuwih Harupat, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Selasa (13/10/2026).

Korban tenggelam saat hendak mengambil alat pancing miliknya yang terjatuh ke sungai. Nahas, korban diketahui tidak bisa berenang.

Salah seorang anggota tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung, Encep Iman Nurdin, mengatakan peristiwa itu bermula ketika korban sedang memancing bersama rekannya.

Saat alat pancingnya tertarik ke bagian tengah sungai, korban melepas baju lalu melompat ke sungai untuk mengambilnya.

“Pada saat itu pancingannya tertarik ke area tengah sungai, lalu kemudian si korban melepas baju, kemudian loncat ke tengah sungai,” kata Encep.

Namun, korban ternyata tidak bisa berenang sehingga tenggelam saat berada di tengah sungai.

“Pada saat yang bersamaan, korban ternyata tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam,” ujarnya.

Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kedalaman sungai di lokasi kejadian mencapai lebih dari tiga meter.

Encep menjelaskan, rekan korban tidak mampu menyelam hingga ke lokasi korban tenggelam. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Disdamkarmatan Kota Bandung.

Menerima laporan itu, tim rescue langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan teknik penyelaman dengan bantuan alat Self-Contained Underwater Breathing Apparatus (SCUBA). Sebanyak delapan personel diterjunkan, dengan dua personel melakukan penyelaman.

“Proses evakuasi tadi kita menggunakan teknik penyelaman, menggunakan alat SCUBA, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar, tidak ada halangan ataupun juga hambatan,” kata Encep.

Korban akhirnya ditemukan sekitar tiga meter dari titik jatuhnya alat pancing. Encep menduga tubuh korban terbawa arus bawah air hingga masuk ke sela-sela dinding sungai.

Saat berhasil dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.***


Editor : JakaPermana