China Selamatkan 47 Awak Kapal Vietnam yang Tenggelam di Laut China Selatan

Pemerintah China menyelamatkan 47 awak kapal Vietnam yang tenggelam di Laut China Selatan. Operasi pencarian korban hilang masih berlangsung.

China Selamatkan 47 Awak Kapal Vietnam yang Tenggelam di Laut China Selatan
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Pemerintah China mengungkapkan telah menyelamatkan 47 Awak Kapal Vietnam yang menjadi korban tenggelamnya kapal kargo Khoi Nguyen 18 di laut China Selatan.

Operasi pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan dengan melibatkan otoritas Vietnam, China, dan Filipina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan kapal penyelamat Nanhai Jiu 115 berhasil menemukan puluhan awak kapal yang terapung di perairan dekat Kepulauan Nansha (Spratly).

"Pada 25 Juli, kapal penyelamat China Nanhai Jiu 115 menemukan dan menyelamatkan 29 awak kapal Vietnam yang mengalami kesulitan di perairan dekat Nansha Qundao. Hingga saat ini, kapal penyelamat China telah menyelamatkan 47 awak kapal Vietnam," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (27/7/2026).

Kapal tenggelam Saat Cuaca Buruk

Kapal kargo Vietnam Khoi Nguyen 18 yang mengangkut 62 awak kapal dilaporkan tenggelam pada malam 24 Juli 2026 di sekitar Fiery Cross Reef, salah satu pulau buatan yang dikuasai China di kawasan Kepulauan Spratly yang masih menjadi wilayah sengketa di Laut China Selatan.

Menurut Lin Jian, begitu menerima laporan mengenai insiden tersebut, pemerintah China langsung mengerahkan sejumlah kapal penyelamat dan helikopter untuk melakukan operasi pencarian.

"Kami segera mengirimkan beberapa kapal dan helikopter untuk melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan," ujarnya.

Korban Diserahkan ke Vietnam

Setelah proses evakuasi, para korban yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya diserahkan kepada otoritas Vietnam.

Lin Jian menyebut pemerintah Vietnam telah menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan China dalam operasi penyelamatan tersebut.

"Pihak Vietnam telah menyampaikan terima kasih kepada China. Kami mengetahui bahwa kapal Vietnam tersebut membawa 62 awak kapal ketika tenggelam pada malam 24 Juli. Pencarian terhadap mereka yang masih hilang masih berlangsung," katanya.

Filipina Ikut Bantu Operasi SAR

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang menjelaskan kapal tersebut tenggelam akibat cuaca buruk saat beroperasi di Laut China Selatan.

Merespons permintaan Vietnam, Penjaga Pantai Filipina turut mengerahkan kapal patroli dan pesawat untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Selain aparat, sejumlah kapal nelayan juga ikut dilibatkan dalam pencarian korban yang masih hilang.

Juru Bicara Penjaga Pantai Filipina, Komodor Noemie Cayabyab, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Vietnam guna memperkuat operasi pencarian.

"Kami berkoordinasi dengan penjaga pantai Vietnam untuk informasi operasional lain yang dibutuhkan untuk memandu respons pencarian dan penyelamatan," ujarnya.

Operasi Sesuai Perjanjian Internasional

Penjaga Pantai Filipina juga mengoperasikan sistem perencanaan pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang belum ditemukan.

Selain itu, peringatan navigasi telah disampaikan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar tetap waspada dan memberikan bantuan apabila memungkinkan.

Otoritas Filipina menegaskan operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan perjanjian maritim internasional serta kerja sama bilateral antara Filipina dan Vietnam.***


Editor : JakaPermana