Banjir Bandang dan Longsor Nepal-China, Korban Tewas di Nepal Capai 1.403 Orang

Korban tewas banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-China mencapai 1.403 orang di Nepal, sementara 6.150 orang masih hilang.

Banjir Bandang dan Longsor Nepal-China, Korban Tewas di Nepal Capai 1.403 Orang
Korban tewas banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-China mencapai 1.403 orang di Nepal, sementara 6.150 orang masih hilang.

INILAHKORAN.ID – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor dahsyat di perbatasan Nepal-China pada Agustus lalu terus bertambah. Hingga Rabu, 17 September 2026, korban tewas di Nepal mencapai 1.403 orang.

Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Penanggulangan Bencana Nepal (NDRRMA) mencatat sebanyak 13.742 orang berhasil diselamatkan, sementara 6.150 orang masih dinyatakan hilang. Dari jumlah tersebut, 587 orang merupakan warga negara asing.

Di wilayah China, jumlah korban tewas tercatat 43 orang, sedangkan 519 orang masih hilang. Dari jumlah tersebut, 261 merupakan warga negara asing yang berada di wilayah Xizang, yang oleh Beijing disebut sebagai Daerah Otonomi Xizang.

Dipicu Retakan Gletser Langtang Lirung

Bencana tersebut terjadi pada 26 Agustus 2026 setelah bagian gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter.

Retakan tersebut memicu longsoran es dan batu yang kemudian berubah menjadi aliran material besar. Aliran puing dan air bergerak menerjang lembah-lembah di sepanjang kawasan perbatasan Nepal-China.

Banjir dan tanah longsor kemudian menghancurkan sejumlah wilayah di Nepal, termasuk Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre, serta kawasan Lembah Kathmandu.

Bencana juga berdampak ke wilayah China dan menimbun pos perbatasan Gyirong di Xizang.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Besarnya jumlah korban hilang membuat operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan. Pemerintah Nepal mengerahkan ribuan personel serta helikopter untuk menjangkau wilayah terdampak.

Data NDRRMA juga menyebutkan bahwa angka orang hilang masih dalam proses verifikasi. Jumlah tersebut dapat mencakup orang yang belum ditemukan, jasad yang belum teridentifikasi, maupun korban yang sebenarnya telah dievakuasi tetapi belum tercatat secara administratif.

Bencana di kawasan Himalaya tersebut menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di kawasan Nepal-China dalam beberapa tahun terakhir, dengan kerusakan besar terhadap permukiman, infrastruktur, jalur transportasi, serta kawasan perbatasan.***


Editor : JakaPermana