Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 1.259 Jiwa, Ribuan Orang Masih Hilang
Jumlah korban banjir bandang Nepal dan China terus bertambah hingga mencapai 1.280 jiwa. Simak pembaruan proses evakuasi dan situasi terkini di lokasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dampak bencana alam dahsyat yang menerjang kawasan Asia Selatan terus memburuk. Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal dan wilayah perbatasan China dilaporkan melonjak hingga 1.280 jiwa.
Selain itu, lebih dari 5.620 orang dinyatakan hilang saat tim gabungan memasuki pekan kedua operasi pencarian.
Dilansir dari Anadolu, Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal mengonfirmasi bahwa 1.259 orang tewas di wilayahnya, sementara 5.083 warga masih belum ditemukan.
Di antara daftar korban hilang tersebut, 583 di antaranya merupakan warga negara asing. Untuk mempercepat proses evakuasi, pemerintah mengerahkah lebih dari 21.400 personel keamanan.
Di wilayah tetangga, otoritas lokal China melaporkan 21 orang tewas dan 541 orang hilang, termasuk 261 warga asing.
Ritual Pemakaman Simbolis Bagi korban Hilang
Kehilangan harapan untuk menemukan jenazah kerabat dalam keadaan selamat, keluarga korban banjir bandang Nepal di Distrik Rasuwa mulai menggelar ritual pemakaman simbolis.
Warga membuat patung kremasi menggunakan kaas-kush (rumput suci) untuk menyempurnakan prosesi penghormatan terakhir. Puluhan patung rumput ini dikremasi secara massal di Candi Pashupati Aryaghat, Kathmandu, di tepi Sungai Bagmati.
Sementara di Distrik Chitwan, tingginya jumlah jenazah anonim membuat otoritas setempat memutuskan untuk menguburkannya secara massal setelah mengumpulkan sampel DNA. Langkah ini diambil lantaran fasilitas penyimpanan jenazah dan identifikasi individu sudah tidak memadai.
Kondisi para pengungsi pun kian memprihatinkan. Banyak warga yang kehilangan rumah dan anggota keluarga tidak memiliki tempat layak untuk menggelar ritual berduka, termasuk mereka yang mengungsi ke pusat-pusat fasilitas umum di Kathmandu.
Hingga kini, personel militer, kepolisian, dan relawan terus berjuang menembus lokasi terdampak. Namun, upaya penyelamatan terkendala oleh rusaknya akses jalan, putusnya aliran listrik, serta gangguan jaringan komunikasi di berbagai daerah.
Selain pencarian korban, tim medis fokus mendistribusikan bantuan logistik dan menjaga sanitasi pengungsian guna mencegah penularan penyakit menular.
Editor : Firda Rachmawati

