DPKP Cimahi Siapkan Mitigasi Krisis Air Bersih Hadapi Kemarau dan El Nino 2026
DPKP Kota Cimahi menyiapkan mitigasi krisis air bersih menghadapi musim kemarau dan El Nino 2026 melalui pemetaan wilayah rawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi menyiapkan strategi mitigasi terpadu untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada 2026.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Kepala DPKP Kota Cimahi Amy Pringgo Mardhani mengatakan, persiapan telah dilakukan sejak dini melalui koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi.
Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
"Kami secara terus-menerus berkoordinasi dengan BPBD untuk memetakan titik-titik rawan kekeringan. Hasil pemetaan ini yang kemudian menjadi acuan utama agar distribusi bantuan air bersih nantinya tepat sasaran dan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan," kata Amy, Selasa (28/7/2026).
Libatkan Banyak Sumber Pasokan Air
Amy menjelaskan, DPKP tidak hanya mengandalkan satu sumber pasokan air untuk menghadapi musim kemarau.
Pemerintah Kota Cimahi telah menyiapkan pasokan dari BLUD Air Minum Kota Cimahi, Perumda Tirta Raharja, Perumdan Tirtawening, hingga dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain itu, pemerintah juga menggandeng program TNI Manunggal Air serta sejumlah perusahaan industri di Kota Cimahi agar ikut berkontribusi dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat.
"Ada banyak pihak yang terlibat dalam menjaga ketersediaan air ini. Kami terus memperkuat koordinasi agar saat puncak krisis terjadi nanti, kita sudah memiliki stok yang cukup dan mekanisme distribusi yang siap berjalan tanpa hambatan untuk seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Warga Diminta Mulai Hemat Air
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan mengingatkan bahwa keberhasilan menghadapi musim kemarau tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Ia mengimbau warga mulai menerapkan pola hidup hemat air sebagai langkah antisipasi terhadap dampak El Nino yang diperkirakan memperpanjang musim kemarau.
"Kondisi iklim yang dipengaruhi El Nino membuat kita harus lebih waspada. Masyarakat diharapkan tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tapi mulai mengantisipasi secara mandiri. Mulailah menyediakan wadah penampungan air hujan, mengurangi penggunaan air untuk keperluan yang kurang mendesak, dan selalu memprioritaskan kebutuhan pokok," katanya.
Hindari Pemborosan Air Bersih
Fithriandy menyarankan masyarakat mengurangi penggunaan air untuk aktivitas yang tidak mendesak selama musim kemarau.
Salah satunya dengan menunda mencuci kendaraan menggunakan air bersih dan cukup membersihkannya menggunakan lap apabila tidak terlalu kotor.
Ia juga mengajak masyarakat menyesuaikan pola penggunaan air di rumah tangga agar lebih efisien sesuai kebutuhan.
Hampir Seluruh RW Pernah Terdampak
Berdasarkan pengalaman musim kemarau sebelumnya, ancaman krisis air bersih di Kota Cimahi tergolong tinggi.
BPBD mencatat sekitar 300 dari 312 Rukun Warga (RW) di Kota Cimahi pernah melaporkan kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau.
Laporan tersebut diterima melalui jalur resmi mulai dari pemerintah kelurahan hingga BPBD Kota Cimahi.
"Artinya, hampir seluruh wilayah Kota Cimahi memiliki potensi menghadapi kesulitan air. Oleh karena itu, kesadaran bersama untuk menghemat air adalah kunci utama agar kita bisa melewati masa sulit ini dengan baik tanpa kekurangan pasokan air bersih," pungkas Fithriandy.
Pemerintah Kota Cimahi berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu meminimalkan dampak kekeringan sehingga kebutuhan air bersih warga tetap terjaga sepanjang musim kemarau 2026.***
Editor : JakaPermana

