Di Cimahi, Dispangtan Sebut Harga Pangan Relatif Terkendali
Pemantauan pasar terbaru yang dilakukan Dispangtan Kota Cimahi bersama tim dari Pemprov Jabar mencatat adanya pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pokok.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemantauan pasar terbaru yang dilakukan Dinas pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi bersama tim dari Pemprov Jabar mencatat adanya pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pokok.
Kendati tercatat kenaikan pada beberapa jenis kebutuhan seperti cabai rawit merah, buncis, daging ayam ras, telur dan jagung manis, namun secara keseluruhan kenaikan harga tersebut dinilai tidak terlalu signifikan dan harga masih berada dalam rentang kendali serta sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Pantauan tersebut menyasar lokasi strategis meliputi Pasar Cimindi, Pasar Atas, hingga pusat perbelanjaan modern Transmart Cimahi.
Kepala Dispangtan Kota Cimahi Tita Mariam menyebut, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas, seperti daging ayam ras kini berada di kisaran Rp42-44.000 per kg, telur ayam ras naik menjadi Rp26-27.000 per kg, sedangkan jagung manis mencapai Rp20.000 per kg.
"Lonjakan paling terasa terjadi pada cabai rawit merah yang menyentuh angka Rp80.000 per kg, serta buncis yang harganya naik dua kali lipat menjadi Rp30.000 per kg," kata Tita, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, salah satu faktor yang memicu kondisi ini lantaran imbas musim kemarau yang sedang berlangsung, di mana penurunan curah hujan memengaruhi ketersediaan dan pasokan hasil bumi ke pasar-pasar.
Menanggapi kekhawatiran publik terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Tita menegaskan, hingga saat ini belum terlihat pengaruh signifikan terhadap harga maupun pasokan pangan di wilayah Cimahi.
"Faktor utama yang memicu perubahan harga saat ini murni terkait siklus cuaca dan ketersediaan pasokan alamiah," tuturnya.
Terkait cadangan beras, pihaknya memastikan stok tetap aman dan terjaga, jika terjadi kekurangan di pasar, mekanisme penyangga beras dari Bulog melalui skema penjualan beras SPHP akan diaktifkan.
"Termasuk disalurkan lewat program Sibesti dan Gerakan pangan Murah (GPM) guna menstabilkan harga dan ketersediaan bagi masyarakat," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

