China Bantah Kirim Mata-mata untuk Pantau Putra Pemimpin Taiwan
China membantah tuduhan mengirim mata-mata untuk memantau keluarga Lai Ching-te setelah FBI menangkap perempuan yang diduga bekerja sebagai agen China.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kementerian Luar Negeri China membantah tuduhan bahwa Beijing mengirim "mata-mata" untuk mendekati dan memantau keluarga pemimpin Taiwan Lai Ching-te di Amerika Serikat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan Beijing menolak tuduhan yang menurutnya merupakan upaya memfitnah China melalui narasi mengenai "mata-mata China".
"China menentang upaya memfitnah China dengan menjajakan apa yang disebut sebagai narasi 'mata-mata China'," kata Guo dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses pada Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah FBI menangkap seorang perempuan asal California yang diduga bekerja secara diam-diam untuk pemerintah China guna memantau keluarga presiden Taiwan yang berada di Amerika Serikat.
FBI Tangkap Perempuan Asal California
FBI menangkap perempuan bernama Wanying Zhang pada Minggu (4/10) ketika ia bersiap terbang ke China.
Perempuan berusia 34 tahun yang merupakan warga negara AS melalui proses naturalisasi tersebut diduga bekerja sebagai agen yang tidak terdaftar untuk China.
Zhang yang berasal dari Irvine diamankan di Bandara Internasional Los Angeles. Ia diduga memantau rumah putra Lai Ching-te, Ting-Yu Lai.
Menurut FBI dan jaksa federal, Zhang diduga mengirimkan foto, video, serta informasi pelat nomor kendaraan milik putra pemimpin Taiwan tersebut kepada seorang pejabat pemerintah China.
"Saya tidak paham dengan apa yang Anda sebutkan," kata Guo Jiakun ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai penangkapan Zhang.
Diduga Mengintai Rumah Putra Lai Ching-te
Dalam dokumen tertulis yang menyertai laporan pengaduan pidana FBI, Zhang disebut mendapat arahan dari seorang pejabat China.
Dokumen tersebut menyebut Zhang dan seorang lainnya terbang ke Seattle pada 1 September 2025 untuk melakukan pengintaian dari luar rumah target.
Kamera keamanan di sekitar kediaman target disebut merekam keduanya ketika merekam target dan keluarganya dari dalam kendaraan.
Zhang kemudian diduga mengirimkan informasi hasil pengintaian kepada seorang pejabat China. Informasi tersebut disebut mencakup foto, video, dan nomor pelat kendaraan milik target.
Zhang Tunggu Sidang Penentuan Jaminan
Zhang, yang juga dikenal dengan nama Heather, telah hadir di pengadilan federal di Los Angeles.
Namun, ia belum secara resmi didakwa karena masih menunggu sidang untuk menentukan jaminan atau apakah dirinya akan ditahan pada Rabu (7/10) sore.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena target pengintaian diduga merupakan anggota keluarga Lai Ching-te, pemimpin Taiwan yang memiliki hubungan tegang dengan Beijing.
China Sebut Lai Ching-te Separatis
Lai Ching-te berasal dari Partai Progresif Demokratik (DPP) dan dikenal mendorong posisi Taiwan yang lebih tegas terkait isu kemerdekaan.
Pemerintah China menyebut Lai sebagai sosok "berbahaya" dan memasukkannya dalam kelompok yang disebut Beijing sebagai "separatis", yang dinilai dapat meningkatkan risiko konflik di Selat Taiwan.
Selama menjabat sebagai pemimpin Taiwan, Lai juga meningkatkan perhatian terhadap sektor pertahanan.
Ia berkomitmen menaikkan belanja pertahanan Taiwan dari sekitar tiga persen menjadi lima persen dari produk domestik bruto (PDB), serta mendorong pengesahan anggaran khusus untuk pembangunan sistem pertahanan udara T-Dome.***
Editor : JakaPermana

