HYBE Diduga Lakukan Kesalahan saat Distribusi dan Promosi Vynil 'Layover' V BTS

HYBE dan Big Hit Music diduga sengaja melakukan kesalahan dalam promosi album 'Layover' V BTS dalam bentuk vynil.

HYBE Diduga Lakukan Kesalahan saat Distribusi dan Promosi Vynil 'Layover' V BTS
V BTS dan vynil 'Layover'.

INILAHKORAN, Bandung - Tahun lalu, V BTS melakukan debut solo dengan merilis album 'Layover'.

Namun kini, perilisan album solo V BTS 'Layover' dalam format Vynil telah memicu kritik luas dari ARMY atas penanganannya oleh agensi HYBE, Big Hit Music, dan Geffen Records.

Apa yang seharusnya menjadi momen perayaan bagi basis penggemar setia artis tersebut malah menjadi sumber frustrasi.

Toko-toko eceran besar di seluruh Amerika Serikat, termasuk Target dan Walmart, dengan cepat menjual habis Stok awal mereka yang terbatas.

Sementara penggemar melaporkan tidak ada stok ulang berikutnya meskipun ada permintaan berulang.

Sebuah unggahan di media sosial mengungkapkan bahwa album tersebut kehabisan stok di beberapa pengecer utama, termasuk BTS US Store dan Weverse US, sementara tetap tersedia hanya melalui vendor tertentu seperti Barnes & Noble dan Amazon.

Masalah distribusi tidak hanya terbatas pada ketersediaan. Para penggemar juga telah mendokumentasikan beberapa masalah, termasuk:

Penundaan pengiriman yang signifikan di pasar-pasar utama, jadwal rilis awal terlewat, dukungan Promosi minimal dari label, stok terbatas di toko fisik.

Ketergantungan yang dipaksakan pada platform digital, khususnya iTunes Jepang, untuk mendukung kinerja tangga lagu.

Situasi ini telah memicu kampanye media sosial dari para penggemar yang menuntut perlakuan yang sama terhadap rilisan V BTS.

Banyak ARMY berpendapat bahwa kurangnya upaya pemasaran dan dukungan distribusi sangat kontras dengan bagaimana rilisan artis lain ditangani oleh label yang sama.

Keheningan label rekaman atas isu-isu ini hanya meningkatkan kekecewaan penggemar, dengan banyak yang menuntut transparansi lebih dan manajemen yang lebih baik untuk rilisan mendatang.

Hingga berita ini dipublikasikan, HYBE, Big Hit Music, dan Geffen Records belum menanggapi kekhawatiran ini secara terbuka.***


Editor : Irma Nurfajri