Ilmuwan Ini Prediksi Kiamat 2026, Sebut Bumi Tak Lagi Dapat Tampung Populasi Manusia

seorang ilmuwan terkenal, yang memperingatkan bahwa pertumbuhan populasi manusia yang tak terkendali akan menyebabkan krisis pangan. 

Ilmuwan Ini Prediksi Kiamat 2026, Sebut Bumi Tak Lagi Dapat Tampung Populasi Manusia
Ilmuwan Ini Prediksi Kiamat 2026, Sebut Bumi Tak Lagi Dapat Tampung Populasi Manusia

INILAHKORAN - Perdebatan tentang kemungkinan akhir peradaban manusia telah menjadi topik panjang sejak abad ke-17. 

Salah satu pemikiran awal disampaikan oleh Thomas Malthus, seorang ilmuwan terkenal, yang memperingatkan bahwa pertumbuhan populasi manusia yang tak terkendali akan menyebabkan krisis pangan. 

Meskipun prediksinya terbukti salah karena perkembangan teknologi pertanian, diskusi tentang ancaman populasi masih relevan hingga saat ini.

Apakah kiamat Akan Terjadi pada 2026?
prediksi tentang kiamat populasi muncul kembali ketika fisikawan Universitas Illinois, Heinz von Foerster, mempublikasikan perhitungannya. 

Dengan menggunakan matematika kompleks, Foerster memperkirakan bahwa pada Jumat, 13 November 2026, dunia akan mencapai titik kritis. Ia menyebut hari itu sebagai "kiamat populasi," di mana jumlah manusia yang terus meningkat tak lagi dapat ditampung oleh planet ini.

Menurut Foerster, pertumbuhan populasi yang tak terkendali akan menciptakan krisis besar yang tak bisa diatasi oleh teknologi pangan sekalipun. Meskipun beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat, telah mencapai surplus pangan berkat inovasi teknologi, hal ini belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk global yang terus menanjak.

Solusi dan Tindakan Preventif
Foerster percaya bahwa umat manusia masih memiliki kesempatan untuk menghindari bencana besar ini. Ia menyarankan sejumlah langkah, seperti:

Mengembangkan Mekanisme Pengendalian Populasi
Penting untuk menjaga keseimbangan jumlah penduduk dunia agar tetap berada dalam batas yang dapat didukung oleh sumber daya yang ada.

Pajak Tinggi untuk Keluarga dengan Banyak Anak
Sebagai salah satu solusi yang ia anggap efektif, Foerster mengusulkan pemberlakuan pajak tinggi bagi keluarga dengan lebih dari dua anak. Langkah ini dianggap dapat mengurangi laju pertumbuhan penduduk secara signifikan.

Fokus pada Solusi Sosial dan Bukan Sekadar Teknologi
Foerster menegaskan bahwa ancaman ini tidak hanya dipicu oleh kekuatan alam, tetapi juga oleh perilaku sosial manusia. Oleh karena itu, pendekatan kooperatif di tingkat global diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Peringatan yang Menggugah Kesadaran
Foerster mengingatkan bahwa dengan terus melebarinya kesenjangan antara angka kelahiran dan kematian, manusia sedang menuju kehancuran jika tidak ada perubahan signifikan. "Besok akan lebih sulit," ujarnya, menggambarkan betapa mendesaknya tindakan yang diperlukan untuk mencegah bencana ini.

Refleksi: Akankah Prediksi Ini Terjadi?
Meskipun banyak yang meragukan kebenaran dari ramalan Foerster, hal ini seharusnya menjadi pengingat penting untuk menyeimbangkan pertumbuhan populasi dan keberlanjutan sumber daya. Dengan kolaborasi global, inovasi teknologi, dan pendekatan sosial yang bijaksana, ancaman kiamat populasi mungkin masih dapat dihindari.

Apakah prediksi ini akan menjadi kenyataan atau sekadar peringatan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.


Editor : Firda Rachmawati