Indonesia 9-2 Bangladesh: Luar Biasa Garuda!

MENANG 9-2 atas Bangladesh, Timnas Indonesia menantang Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. 'Sulit dipercaya," ungkap striker Mitchel Baker.

Indonesia 9-2 Bangladesh: Luar Biasa Garuda!
GOL: Striker Timnas Indonesia Mitchell Baker berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10). Indonesia menang 9-2.(ANTARA FOTO)

Skuat Garuda mempertontonkan mental baja dalam pertarungan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10) malam WIB.

Mereka wajib menang dengan skor sebanyak mungkin untuk mengungguli produktivitas Malaysia yang di saat bersamaan bertarung melawan Singapura.

Ketika laga dimulai, beban berat di pundak para pemain sempat membuat alur serangan terasa terburu-buru. Namun, kebuntuan itu pecah pada menit ke-11.

Baker, meledakkan gemuruh di seisi stadion setelah mengonversi umpan silang Ole Romeny menjadi gol pembuka.

Gol tersebut menjadi katarsis. Keran gol Indonesia mendadak terbuka lebar. Mitchell Baker tampil bak kesurupan dengan mencetak quattrick (empat gol) hanya di babak pertama saja (menit 11', 20', 38', dan 42').

Ditambah sumbangan gol dari Rizky Ridho dan Justin Hubner, Indonesia menutup paruh pertama dengan keunggulan nyaman 6-1.

Meski unggul jauh, ketegangan tidak lantas mereda di bangku cadangan. Kabar dari Stadion Si Jalak Harupat menyebutkan bahwa Malaysia juga sedang membantai Singapura. Hitung-hitungan gol terus berjalan di kepala tim pelatih.

Satu gol saja Bangladesh mencuri kelengahan, atau satu gol saja Indonesia absen mencetak angka, tiket final bisa melayang ke tangan Harimau Malaya.

Memasuki babak kedua, permainan sempat berjalan alot. Indonesia terus menggempur, namun beberapa peluang emas kerap mentah oleh rapatnya barisan pertahanan Bangladesh.

Rasa frustrasi sempat menghinggapi penonton ketika gol Ole Romeny dianulir wasit karena offside pada menit ke-83.

Saat jam stadion mendekati menit ke-80, tensi berubah menjadi drama murni. Indonesia tahu mereka butuh gol tambahan demi mengamankan selisih poin. Di sinilah mentalitas Skuad Garuda diuji.

Alih-alih mengendurkan serangan karena kelelahan, sisa sepuluh menit terakhir justru berubah menjadi badai gol penentu takdir.

Pemain pengganti Luke Vickery memecah ketegangan pada menit ke-89 setelah menuntaskan umpan Ole Romeny.

Setelah itu, kericuhan taktik Bangladesh dimanfaatkan dengan baik lewat gol dari Kevin Diks hingga gol penutup dari sang bintang malam itu, Mitchell Baker.

Skor akhir terpampang mencolok di papan digital SUGBK: Indonesia 9, Bangladesh 2.

Di saat yang sama, pertandingan di Bandung berakhir dengan skor 6-0 untuk kemenangan Malaysia atas Singapura.

Hasil paralel ini membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 7 poin di klasemen akhir Grup A. Namun, lewat drama gelontoran 9 gol di Jakarta, Indonesia berhak melaju ke final karena unggul produktivitas gol (11-2 banding 9-0).

Kemenangan 9-2 ini bukan sekadar urusan statistik di atas kertas. Malam itu, di bawah langit Jakarta, jutaan pasang mata menyaksikan sebuah tim yang bertanding dengan hati.

Mereka berlari mengejar bola bukan hanya demi trofi, melainkan untuk sebuah pembuktian diri, sebuah penghormatan kepada sejarah, dan janji bagi masa depan sepak bola Indonesia yang kian menyala.

"Kami tetap bersama dalam kesulitan dan itulah kuncinya. Ini sulit dipercaya," tegas Baker yang memborong lima gol di laga tersebut.

Partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand akan digelar Senin (5/10) pukul 20.00 WIB Pertemuan ini menjadi pembuktian taktik menyerang total (all-out attack) dari pelatih John Herdman setelah Skuad Garuda sukses mengunci produktivitas gol fantastis di fase grup.

Di sisi lawan, Timnas Thailand melangkah lebih santai setelah mengamankan status juara Grup B lebih cepat berkat kemenangan krusial atas Vietnam.

Baker sendiri enggan terlalu jauh memikirkan laga final. Dia mengaku ingin terlebih dahulu menikmati kesuksesan meraih satu tiket ke partai puncak.

"Saya belum memikirkannya hanya ingin menikmati ini (kemenangan atas Bangladesh) dulu. Setelah ini kita membangun ulang kekuatan," pungkasnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran