Ingin Lahirkan Unicorn, Mahasiswa Sekolah Bisnis IPB Raih Juara EVEREST National Paper Competition 2019

Muhammad Azman, Nastasya Larasati dari Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor (SB IPB) angkatan 54 berhasil meraih juara pertama dalam lomba EVEREST National Paper Competition 2019 yang diadakan oleh Departemen Ekonomi Pembangunan,  Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara pada 11-15 April 2018.

Ingin Lahirkan Unicorn, Mahasiswa Sekolah Bisnis IPB Raih Juara EVEREST National Paper Competition 2019
Foto: Dok IPB

INILAH, Bogor - Muhammad Azman, Nastasya Larasati dari Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor (SB IPB) angkatan 54 berhasil meraih juara pertama dalam lomba EVEREST National Paper Competition 2019 yang diadakan oleh Departemen Ekonomi Pembangunan,  Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara pada 11-15 April 2018.
 
Muhammad Azman menyampaikan peserta yang lolos final ada 15 tim dan tim IPB berhasil meraih  peringkat pertama. Juara II diraih oleh tim Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juara ketiga berhasil diraih oleh tim Universitas Sumatera Utara (USU).
 
Azman menuturkan, ia dan tim membawakan paper  terkait bisnis yang saat ini sedang dijalankan dengan cara kerja seperti Unicorn. Namanya  belanjabareng.id. Belanjabareng.id sebagai platform dari business to business artinya  produk atau jasa dijual dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Belanjabareng.id sebagai penghubung supplier dengan Usaha Mikro Kecil dan  Menengah (UMKM) dengan sistem crowdfunding (grup buying) untuk membantu UMKM menuju pasar ekonomi global dan mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs).

“Saya memilih tema ini karena sejalan dengan fokus saya yaitu Sekolah Bisnis dan ingin menguji sejauh mana ide yang saya dan teman-teman tawarkan diterima khalayak. Harapannya apa yang kami bawakan sejalan dengan visi IPB yaitu mencetak sociotechnopreneur,” kata Azman.
 
 Azman menyampaikan,  belanjabareng.id  itu seperti platform marketplace. “Bedanya belanjabareng.id mengunggulkan sistem grupbuying atau kolaborasi. Setiap UMKM bisa mendapatkan harga terendah untuk kebutuhan bisnisnya dengan membeli bersama-sama sampai mencapai minimum order quantity yang ditetapkan supplier. Selain itu nanti setiap supplier bisa masuk atas entitas resmi Indonesia seperti  PT (Perseroan Terbatas) atau CV (Comanditaire Venootschap) atau Usaha Dagang (UD) atau sejenisnya atau hanya yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Rencananya belanjabareng.id akan dibuka untuk umum akan tetapi segmentasinya untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” jelasnya.
 
Ke depan karya yang sedang dalam proses pengembangan ini akan terus dilombakan untuk menguji sejauh mana karya ini mendapat penilaian dari luar dan mendapatkan apresiasi.  “Saya berharap  belanjabareng.id ini menjadi karya  yang bisa membawa nama baik Sekolah Bisnis IPB di ajang kompetisi nasional maupun internasional, dan khususnya bisa melahirkan ‘unicorn’ dari IPB,” tambahnya. (Humas IPB)


Editor : DeryFG