International Jambore FK Unjani 2025, Dari Ombak Anyer Menuju Kesiapsiagaan Global
Di tengah semilir angin pesisir Anyer, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) kembali menunjukkan kiprahnya di panggung internasional melalui penyelenggaraan International Jamboree FK Unjani 2025 bertema “From Waves to Readiness: Explore, Learn, Prepare.”
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Di tengah semilir angin pesisir Anyer, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) kembali menunjukkan kiprahnya di panggung internasional melalui penyelenggaraan International Jamboree FK Unjani 2025 bertema “From Waves to Readiness: Explore, Learn, Prepare.”
Gelaran yang berlangsung Selasa malam lalu ini menegaskan komitmen Unjani, terhadap pengabdian masyarakat, pendidikan, dan kolaborasi global.
Selama tiga hari, ratusan peserta dari fakultas kedokteran, rumah sakit militer dan sipil, hingga lembaga penanggulangan bencana mengikuti simulasi penanganan darurat, pelatihan bantuan hidup dasar, serta forum ilmiah lintas negara.
Rektor Unjani, Prof Agus Subagyo menegaskan, jambore bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Ini adalah bentuk pengabdian masyarakat yang konkret. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tapi juga mengaplikasikan ilmunya langsung di tengah masyarakat,” ujar Prof Agus dalam keterangannya, Kamis 20 November 2025.
Ia menambahkan, skala penyelenggaraan tahun ini merupakan yang terbesar sejak pertama kali digelar. “Ini kali ketiga kami menyelenggarakan jambore, dan setiap tahun skalanya makin luas.” katanya.
Dekan FK Unjani, Dr Wendra mengungkapkan, peserta datang dari berbagai provinsi serta negara seperti Malaysia dan Australia. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sepekan sebelumnya melalui webinar nasional yang diikuti 350 peserta dengan narasumber dari Deakin University, Charles Darwin University, dan sejumlah institusi dalam negeri.
“Puncaknya adalah lomba penanganan bencana dan kegawatdaruratan medik. Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap secara teori, tapi juga tangguh di lapangan,” jelas Wendra.
Tidak hanya menyentuh peserta akademik, kegiatan juga melibatkan masyarakat Kabupaten Serang, mulai dari ASN hingga Karang Taruna, melalui pelatihan Basic Life Support (BHD) untuk membentuk komunitas tangguh bencana.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hammas menyambut kolaborasi ini sebagai langkah strategis meningkatkan literasi kebencanaan, terutama di wilayah rawan Cinangka dan Anyer.
“Kami sangat mengapresiasi Unjani. Ini bukan hanya pelatihan teknis, tapi juga investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat,” ujar Najib.
Ia berharap kerja sama ini berlanjut melalui program pendidikan kebencanaan pada tahun-tahun mendatang.
Dokter spesialis gawat darurat dan trauma asal Malaysia, Datuk Mohamed Alwi Bin Hj Abdul Rahman, menekankan penguatan karakter generasi muda sebagai fondasi dalam manajemen bencana.
“Keterampilan komunikasi, negosiasi, dan kerja tim adalah fondasi dalam manajemen bencana. Kita harus mulai dari sekarang, membangun jejaring internasional dan kesiapan lintas budaya,” ungkapnya.
Ia mendorong agar Jambore mendatang mengintegrasikan teknologi mutakhir mulai dari kecerdasan buatan, evakuasi medis udara, hingga simulasi penanganan ancaman kimia dan radiasi.
“Unjani telah membuka pintu besar untuk dunia. Mari kita lanjutkan dengan riset global dan inovasi lintas negara,” tutupnya.
International Jamboree FK Unjani 2025 hadir bukan sekadar wadah kompetisi, melainkan ruang perjumpaan lintas negara untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana. Dari ombak Anyer, Unjani membangun jejaring, menanamkan pengabdian, dan mempersiapkan generasi medis yang lebih adaptif dan tangguh.
Editor : Ahmad Sayuti

