Jaga Nama Baik, Satgas Bobotoh Dibentuk Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto

Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto bentuk Satgas Bobotoh selama penyelenggaraan pertandingan kandang Persib di Stadion si Jalak Harupat (SJH).

Jaga Nama Baik, Satgas Bobotoh Dibentuk Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto
Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto memberikan rompi Satgas Bobotoh di Stadion SJH menjelang pertandingan Persib kontra Port FC, Minggu (11/10/2026). (muhammad ginanjar)

INILAHKORAN.ID - Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto bentuk Satgas Bobotoh selama penyelenggaraan pertandingan kandang Persib di Stadion si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung.

Para Satgas Bobotoh ini terdiri dari para komunitas suporter Persib seperti Viking Persib Club (VPC), Bobotoh Kolot (Boboko), Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) hingga beberapa suporter lainnya.  

Tri menjelaskan dukungan suporter itu tidak hanya di dalam tribun dengan bernyanyi saja, melainkan harus bisa menjaga nama baik sebagai tuan rumah. 

“Jangan sampai hanya gara-gara kesalahan seseorang, akhirnya yang didenda itu adalah kesebelasan dukungannya,” ujar Tri di Stadion SJH, Minggu (11/10/2026).

Karena itu, lanjutnya, seluruh pihak harus sama-sama mendukung dengan menciptakan pertandingan yang nyaman untuk disaksikan. 

“Kita miris sekali melihat setiap ada pertandingan pasti yang ada dalam pikiran masyarakat adalah 'wah, jangan-jangan nanti terjadi sesuatu'. Kita buktikan dan kita ciptakan bahwa para pendukung khususnya Satgas Bobotoh ini bisa membuktikan bahwa hal itu tidak seperti itu tidak ada, bahwa kita adalah tuan rumah yang baik, bahwa kita adalah bobotoh yang sangat baik, bahwa kita adalah pendukung yang bisa sama-sama menjaga harkat martabat, insyaallah,” katanya. 

Tri berharap keinginan itu bisa terwujudkan. Apalagi, Persib Bandung berencana akan menjalani tiga laga kandangnya di Stadion SJH, Kabupaten Bandung.

“Apabila masih ada bobotoh-bobotoh yang nantinya ingin melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, ini dari rekan-rekan Satgas Bobotoh yang akan menyampaikan setidak-tidaknya menegur kepada mereka supaya mereka tidak melakukan hal itu. Apabila ternyata tidak bisa ditegur, nanti mereka akan menyampaikan kepada kita,” tegasnya. 

Tri merasa pembentukan Satgas Bobotoh ini tepat lantaran pihak kepolisian dan TNI tidak bisa masuk ke dalam area tribun. 

“Kalau ada yang menyalakan smoke bomb, flare, kan kita enggak ada di sana. Tapi kalau terjadi sesuatu, tetap saja yang disalahkan adalah pihak keamanan. Nah, makanya kita perlu dukungan dari semuanya. Tugas pengamanan ini bukan hanya bisa dilakukan oleh Polri atau TNI sendiri, tapi perlu dukungan dari semua masyarakat,” jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani