Jalan Alternatif Menuju Puncak Dipasangi Lampu PJU dan Rambu Penunjuk Arah, Ini Harapan Wisatawan

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dibantu Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor memasang 52 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan alternatif selatan mulai dari Jalan Pertanian Ciawi hingga Jalan Lembah Nyiur, Cisarua.

Jalan Alternatif Menuju Puncak Dipasangi Lampu PJU dan Rambu Penunjuk Arah, Ini Harapan Wisatawan
Dengan terpasangnya 52 titik lampu PJU dan 18 rambu di jalan sepanjang 11,7 Km tersebut, wisatawan jadi mengetahui jalan altermatif menuju Kawasan Puncak tersebut (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dibantu Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor memasang 52 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan alternatif selatan mulai dari Jalan Pertanian Ciawi hingga Jalan Lembah Nyiur, Cisarua.

Dengan terpasangnya 52 titik lampu PJU dan 18 rambu di jalan sepanjang 11,7 Km tersebut, wisatawan jadi mengetahui jalan altermatif menuju Kawasan Puncak tersebut

Namun, Kepala BPTJ Suharto mengatakan jalan alternatif ini diperuntukkan untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang kapasitas mwsinnya diatas 1.500 cc.

"Kami menyarankan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat berkapasitas 1.500 cc menggunakan jalan altermatif, dan melarang bus menggunakan jalan alternatif ini karena lebar jalannya kurang memadai dan kontur jalannya pun banyak meliuk dan turunan atau tanjakan tajam," kata Suharto kepada wartawan, Minggu 22 Desember 2024.

Ia menuturkan alasan jajarannya menganjurkan penggunaan jalan alternatif karena volume kendaraan di Jalan Raya Puncak terlalu padat, hingga butuh diurai.

"Ketika Jalan Raya Puncak macet, maka kendaraan roda dua dan roda empat kapasitas mesinnya 1.500 cc  bisa memilih jalan alternatif. Petugas Dinas Perhubungan juga akan memandu dan menseleksi," tutur Suharto.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Agys Ridho berterima kasih kepada BPTJ atas dipasangnya lampu PJU dan rambu-rambu lalu lintas.

"Atas nama Pemkab Bogor, kami berterima kasih karena tidak ada lagi jalan yang gelap dan wisatawan jadi mengetahui keberadaan jalan alternatif tanpa harus menggunakan jasa pemandu jalan,"  kata Agus Ridho.

Ia menuturkan selanjutnya biaya pemeliharaan lampu PJU dan rambu - rambu lalu lintas akan dibiayai oleh Pemkkab Bogor atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Kami akan pastikan lampu PJU di jalan alternatif ini menyala sepanjang malam dan sepanjang tahun, anggarannya sudah disiapkan Pemkab Bogor," tutur Agus Ridho.

Sementara, wisatawan asal Bekasi Nina Rohayani berharap dengan dipasangmya rambu penunjuk jalan atau arah maka juga mengurangi adanya oknum ojeg jalur alternatif yang nakal atau menggetuk harga jasanya.

"Semoga fasilitas lampu PJU dan rambu penunjuk arah maupun lainnya ada di setiap jalan alternatif menuju Kawasan Puncak, karena keberadaannya membantu kami dan juga bakal menghilangkan oknum ojeg jalan alternatif yang melakukan getok harga," harap Nina Rohayani. 


Editor : Doni Ramdhani