Jalan Soekarno Hatta Kembali Normal, Farhan Waspadai Titik Macet Lain
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan, galian di Jalan Soekarno Hatta sudah selesai dikerjakan dan jalur kembali bisa dilalui secara normal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan, galian di Jalan Soekarno Hatta sudah selesai dikerjakan dan jalur kembali bisa dilalui secara normal. Setelah persoalan itu ditangani, pihaknya kini mengantisipasi sejumlah titik lain yang berpotensi memicu kemacetan.
Dia mengatakan, pekerjaan galian mulai dikerjakan sekitar tengah malam dan rampung sebelum subuh. Pekerjaan sepanjang 27 meter itu, sebelumnya mengalami keterlambatan akibat alat berat yang digunakan kontraktor mengalami gangguan.
“Jadi, Jalan Soekarno Hatta tadi malam dari jam 12 malam sudah dikerjakan, jam 3 pagi sudah selesai. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa dilewati secara normal,” kata Farhan, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, keterlambatan terjadi karena pekerjaan melintasi badan jalan. Alat berat sempat berhenti saat pekerjaan berlangsung sehingga proses pemindahan alat membutuhkan waktu lebih lama.
“Pekerjaannya cuma 27 meter, tapi crossing jalan. Kemudian berhenti di tengah-tengah karena alat beratnya mogok. Nah, memindahkannya lama,” ucapnya.
Farhan menyebut, kontraktor pelaksana sudah dipanggil jajaran kepolisian terkait persoalan pekerjaan dan dampaknya terhadap arus lalu lintas. Koordinasi juga dilakukan, agar pekerjaan segera diselesaikan dan tidak kembali mengganggu pengguna jalan.
“Kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan sudah dipanggil juga oleh Kasatlantas Polres dan Polda memastikan pekerjaan selesai,” ujar dia.
Setelah galian Jalan Soekarno Hatta rampung, dia mengaku masih memantau sejumlah lokasi lain yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Antisipasi dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, sesuai kewenangan masing-masing.
“DSDABM memastikan pekerjaan tadi pagi sebelum subuh sudah selesai. Pada saat bersamaan, kami juga akan mengantisipasi beberapa titik lain yang dikhawatirkan menimbulkan kemacetan,” tuturnya.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni kawasan Pasteur. Farhan menyebut, penanganan lalu lintas di kawasan itu membutuhkan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Pemantauan terhadap titik lain, tetap dilakukan agar pekerjaan infrastruktur tidak menimbulkan gangguan lalu lintas berkepanjangan.
“Kalau Pasteur, kita berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Kalau BRT, kami berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan,” pungkas dia.
Editor : Doni Ramdhani

