Jalur Keluar Masuk Kendaraan Proyek KCJB Disulap jadi Pasar Kaget Ramadan, Pedagang Mekarsari Banjir Cuan
Ada pemandangan berbeda di kawasan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berlokasi di Kampung Bantar Gedang RT 01/RW 07, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ada pemandangan berbeda di kawasan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berlokasi di Kampung Bantar Gedang RT 01/RW 07, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pasalnya, area yang kerap dijadikan jalan untuk keluar masuk kendaraan besar yang membawa material bangunan proyek KCJB tersebut, kini beralih fungsi menjadi pasar kaget ramadan.
Puluhan stand kuliner dengan berbagai menu makanan untuk berbuka puasa berjajar sepanjang jalan tersebut.
Tak hanya itu, dalam Pasar Kaget Ramadan tersebut juga menyuguhkan sejumlah wahana hiburan, seperti bianglala, ombak banyu, kora-kora dan lainnya.
Kondisi tersebut diketahui sejak dua hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan usai pengelola proyek memberikan izin kepada Karang Taruna RW 07 untuk mengadakan Pasar Kaget Ramadan selama sebulan penuh.
Alhasil, para pedagang yang notabene masih warga sekitar kecipratan rezeki dari adanya Pasar Kaget Ramadan yang kali pertama diadakan tersebut.
"Pasar Kaget Ramadan ini perdana di Bantar Gedang dan baru ada dia hati sebelum puasa soalnya kalau hari-hari biasa sepi," kata salah seorang pedagang, Ayi Kamaludin (47) saat ditemui di lokasi, Selasa 4 April 2023.
Ayi mengaku bersyukur dengan adanya Pasar Kaget Ramadan ini lantaran bisa mendapat pemasukan lebih dibandingkan hari biasanya.
"Alhamdulillah, sekarang ada pemasukan rutin. Bahkan, dalam sehari omzet yang didapat bisa mencapai Rp 300-350 ribu, meski sekarang sedang agak menurun jadi Rp 250 ribu per hari," ungkapnya.
Bahkan, sambung dia, sepekan ke belakang dirinya bisa mengantongi omzet hingga Rp 500 ribu per hari.
"Penurunan omzet ini kemungkinan terjadi karena faktor pengunjung termasuk daya beli masyarakat," imbuhnya.
Ia mengaku, sehari-hari dirinya berjualan tas dan sengaja beralih ke kuliner selama Ramadan ini karena mendapatkan keuntungan harian.
"Kalau jualan tas sekarang lagi sepi dan banyak kompetitor," keluhnya.
Ia menyebut, Pasar Kaget Ramadan di Bantar Gedang ini mulai buka sejak pukul 15.00-18.00 WIB untuk kulinernya, sedangkan untuk wahana hiburannya biasanya sampai jam 22.00 atau 23.00 WIB setiap harinya.
"Kalau ramainya itu Rabu-Kamis, sementara Sabtu-Minggu justru malah sepi. Sedangkan, untuk pengunjung biasanya ada dari luar dan dalam Desa Bantar Gedang," sebutnya.
Disinggung terkait dampak pembangunan KCJB, ia menyebut, ada dampak positif dan negatif. Menurutnya, di satu sisi pihak KCJB memberikan izin selama sebulan penuh diadakannya Pasar Kaget Ramadan ini.
"Sisi lainnya, usai Ramadan tidak ada lagi aktivitas berdagang di lokasi ini," ucapnya.
Ia berharap, pasca Ramadan ini bisa lebih maju dan bisa terus mengembangkan usaha yang digelutinya.
"Pengen lebih maju, pengen ada penempatan yang baik misalnya di pinggir jalan yang strategis. Kalau di jalan kan bisa jadi ciri khas wilayah, ada khusus seperti di daerah lain," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
