Jangan Tunggu Masalah Viral
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cimahi - Masalah warga tidak selalu datang dalam bentuk laporan resmi. Kadang muncul sebagai angka kasus penyakit, sinyal integritas yang masih rapuh, kekhawatiran terhadap generasi muda, hingga keluhan di media sosial.
Bagi Wali Kota Cimahi Ngatiyana, semua itu tidak boleh dibiarkan menunggu lebih lama. Pemerintah harus hadir sebelum persoalan membesar dan menjadi sorotan publik.
Pesan tersebut disampaikan Ngatiyana kepada jajaran Pemerintah Kota Cimahi dengan menyoroti empat persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian segera.
Mulai dari lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), keamanan dan perlindungan generasi muda, hingga keluhan warga yang muncul di sejumlah wilayah, termasuk Melong.
Ngatiyana meminta setiap persoalan diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Data, menurut dia, tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan administratif.
Hal itu disampaikannya ketika menyoroti tren kenaikan kasus ISPA di Cimahi. Dinas Kesehatan diminta tidak hanya mencatat jumlah kasus, tetapi membaca lebih jauh apa yang ada di balik angka tersebut.
Wilayah dengan lonjakan kasus harus dipetakan. Kelompok rentan perlu diidentifikasi. Puskesmas dan rumah sakit juga harus dipastikan siap menghadapi kemungkinan meningkatnya kunjungan pasien.
“Apakah tugas pemerintah selesai ketika angka itu dilaporkan? Tidak. Angka itu harus menjadi tindakan,” tegas Ngatiyana, Rabu (7/10/2026).
Dari persoalan kesehatan, perhatian kemudian beralih pada ruang yang berbeda: integritas pemerintahan.
Nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Kota Cimahi 2025 berada di angka 77,01 atau masih dalam kategori waspada. Angka tersebut menjadi perhatian di tengah penguatan kerja sama pencegahan gratifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
(agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran

