Jejak Jordi Cruyff: Sang Pewaris Filosofi Total Football yang Kini Jadi Penasehat Teknik Timnas Indonesia
Pada 25 Februari 2025, PSSI mengumumkan penunjukan Jordi Cruyff sebagai penasehat teknik tim nasional Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari perombakan yang juga melibatkan penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pada 25 Februari 2025, PSSI mengumumkan penunjukan Jordi Cruyff sebagai Penasehat Teknik tim nasional Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari perombakan yang juga melibatkan penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala.
Kehadiran Cruyff diharapkan membawa perspektif baru dan meningkatkan performa timnas dalam upaya mereka lolos ke Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 tim.
Sebagai putra dari legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff, Jordi memulai karier profesionalnya di Barcelona B pada tahun 1992.
Dua tahun kemudian, ia dipromosikan ke tim utama Barcelona dan mencatatkan debutnya di La Liga pada 4 September 1994 dalam pertandingan melawan Sporting Gijón. Selama dua musim bersama tim utama, Jordi tampil dalam 41 pertandingan liga dan mencetak 11 gol.
Pada Agustus 1996, Jordi bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer £1,4 juta. Debutnya ditandai dengan kemenangan 4-0 atas Newcastle United di FA Charity Shield.
Meskipun sering dibekap cedera, ia turut berkontribusi dalam kesuksesan tim, termasuk meraih gelar Liga Premier Inggris musim 1996/1997.
Setelah masa pinjaman singkat di Celta Vigo pada tahun 1999, Jordi melanjutkan kariernya di Deportivo Alavés.
Puncak prestasinya bersama Alavés adalah mencapai final Piala UEFA 2001 melawan Liverpool, di mana ia mencetak gol penyeimbang di menit ke-89 sebelum akhirnya kalah 5-4 melalui gol bunuh diri di perpanjangan waktu.
Setelah pensiun sebagai pemain, Jordi mengawali karier manajerialnya sebagai direktur sepak bola di AEK Larnaca, Siprus, pada tahun 2010. Di bawah kepemimpinannya, klub tersebut berhasil lolos ke Liga Europa musim 2011/2012.
Prestasi ini menarik perhatian Maccabi Tel Aviv, yang kemudian merekrutnya sebagai direktur sepak bola. Selama masa jabatannya, Maccabi mengakhiri puasa gelar selama satu dekade dengan meraih beberapa trofi liga dan piala domestik.
Pada musim 2017/2018, Jordi mengambil peran sebagai pelatih kepala Maccabi Tel Aviv dan sukses membawa tim menjuarai Piala Toto.
Pengalaman kepelatihannya berlanjut di Tiongkok bersama Chongqing Dangdai Lifan dan Shenzhen, serta sempat menangani tim nasional Ekuador pada tahun 2020.
Penunjukan Jordi Cruyff sebagai penasehat teknik Timnas Indonesia membawa harapan besar bagi perkembangan sepak bola tanah air.
Dengan pengalaman luasnya di berbagai klub dan negara, serta warisan filosofi sepak bola dari sang ayah, Johan Cruyff, Jordi diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk strategi dan meningkatkan performa timnas Indonesia di kancah internasional.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
