Erick Thohir Percepat Perekrutan Direktur Teknik Demi Masa Depan Timnas: Program Berkelanjutan Siap Dimulai Usai Jordi Cruyff Rampungkan Peta Jalan Pembinaan
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengambil langkah cepat dan strategis demi masa depan sepak bola Indonesia. Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (5/4), Erick menegaskan bahwa pihaknya akan segera mempercepat proses perekrutan Direktur Teknik (Dirtek) PSSI.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengambil langkah cepat dan strategis demi masa depan sepak bola Indonesia. Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (5/4), Erick menegaskan bahwa pihaknya akan segera mempercepat proses perekrutan Direktur Teknik (Dirtek) PSSI.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kelanjutan program pembinaan prestasi tim nasional Indonesia yang berkesinambungan dari kelompok umur hingga tim senior.
“Setelah ada Jordi Cruyff sebagai penasehat teknis, kita segerakan kehadiran Dirtek untuk memformulasikan program pembinaan prestasi yang berkelanjutan. Cruyff sudah punya petanya setelah dia dikontrak dan bekerja. Dan hal itu siap dibahas lebih lanjut dengan Dirtek PSSI,” ujar Erick dikutip dari ANTARA.
Langkah ini datang di tengah padatnya agenda Timnas kelompok umur pada 2025. Timnas U-17 dijadwalkan tampil di Piala Dunia U-17 di Qatar pada November, pencapaian luar biasa yang diraih untuk pertama kalinya melalui jalur kualifikasi, bukan karena status tuan rumah.
Sementara itu, Timnas U-23 akan melakoni kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada September, bersiap menghadapi Piala AFF U-23 di Agustus, dan menutup tahun dengan SEA Games 2025 di Thailand pada Desember.
Dalam konteks ini, kehadiran Direktur Teknik menjadi kunci dalam memastikan tiap kelompok usia memiliki pola pembinaan dan arah permainan yang harmonis. Jabatan Dirtek PSSI sendiri sempat kosong sejak Desember 2023, usai kontrak Frank Wormuth berakhir setelah hanya enam bulan menjabat.
Sebelumnya, posisi itu diisi oleh Indra Sjafri sejak Februari 2020 hingga Mei 2023, sebelum dirinya fokus sebagai pelatih Timnas U-20.
Erick optimistis dengan masa depan Timnas kelompok umur, terutama melihat performa cemerlang Timnas U-17.
“Kita punya momentum bagus di Timnas U17 yang mampu menjaga tradisi prestasi. Jika sebelumnya main di Piala Dunia karena tuan rumah, kali ini lolos dari kualifikasi,” katanya.
Ia pun menegaskan bahwa PSSI memiliki rencana jangka panjang bagi para pemain muda. “Oleh karena itu, terhadap mereka, PSSI punya program tiga tahun untuk gabungkan mereka bertanding dengan kakak-kakaknya di U-18 dan U-20 di Elite Pro Academy agar matang, sekaligus persiapan ke turnamen Asia lainnya,” ujar mantan Presiden Inter Milan itu.
Erick menyebut bahwa sistem pembinaan yang berkelanjutan akan menciptakan harmonisasi antara timnas kelompok umur dan timnas senior, sebagaimana telah dilakukan oleh negara-negara maju di sepak bola Asia.
“Kita lihat di Piala Asia U17, bagaimana Uzbekistan, sudah menyamai Jepang dan Korsel yang punya sistem permainan dan pembinaan, sehingga kualitas timnya merata dari junior hingga senior. Kita ingin mengejar mereka,” pungkasnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
