Belum Umumkan Direktur Teknik Baru, Erick Thohir Minta Publik Bersabar: Cruyff Sudah Punya Petanya, Tinggal Tunggu Dirtek
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pihaknya belum akan mengumumkan siapa sosok yang akan mengisi posisi Direktur Teknik (Dirtek) PSSI dalam waktu dekat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pihaknya belum akan mengumumkan siapa sosok yang akan mengisi posisi Direktur Teknik (Dirtek) PSSI dalam waktu dekat.
Erick meminta publik untuk bersabar karena proses pencarian masih berlangsung. “Ya masih nyari, sabar,” ujar Erick singkat dikutip dari ANTARA.
Sebelumnya, pada 18 April 2025, dalam keterangan resminya, Erick sempat menyatakan bahwa pengumuman sosok Dirtek akan segera dilakukan setelah menunjuk Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis PSSI.
Penunjukan ini diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan program pembinaan prestasi sepak bola nasional yang berkelanjutan.
“Setelah ada Jordi Cruyff sebagai penasehat teknis, kita segerakan kehadiran Dirtek untuk memformulasikan program pembinaan prestasi yang berkelanjutan. Cruyff sudah punya petanya setelah dia dikontrak dan bekerja. Dan hal itu siap dibahas lebih lanjut dengan Dirtek PSSI,” jelas Erick.
Sebagai informasi, jabatan Direktur Teknik PSSI sebelumnya diisi oleh Indra Sjafri sejak Februari 2020 hingga Mei 2023. Ia kemudian dialihkan untuk menangani tim nasional U-20 Indonesia.
Posisi Dirtek sempat diisi oleh pelatih asal Jerman, Frank Wormuth, namun hanya berlangsung selama enam bulan sebelum resmi meninggalkan jabatannya pada Desember 2023.
Selain itu, Erick Thohir juga belum bisa memastikan siapa yang akan ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Indonesia untuk SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand pada akhir tahun ini. Ketidakjelasan format regulasi usia pemain menjadi alasan utama belum diumumkannya pelatih timnas.
“Belum (ada nama pelatihnya). Kan Thailand sendiri baru mengumumkan formatnya,” ujar Erick.
Pada edisi sebelumnya di Kamboja, Indonesia meraih medali emas setelah puasa gelar selama 32 tahun di ajang tersebut. Saat itu, skuad Merah Putih menggunakan skema pemain U-24 di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri.
“Jangan sampai umurnya berubah. Kemarin enggak ada hubungan dengan bola. Saya dapat info dari cabang olahraga lain basket. Tidak diizinkan pemain naturalisasi. Ada lagi tuh. Padahal aturan FIFA-nya ada. Nah ini kan masing-masing,” imbuh Erick, menyoroti kebijakan berbeda tiap cabang olahraga.
Mengenai posisi Indra Sjafri sendiri, Erick menyebut bahwa saat ini Indra masih berada di struktur teknis PSSI, namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan susunan komite dalam waktu dekat.
“(Indra Sjafri) Masih (di technichal PSSI). Waktu saya masuk memang sudah ada juga sebagai komite itu. Kecuali nanti di dalam bulan Juni ini ada perubahan daripada struktur komite, komisi-komisi, komisi disiplin, etik. Semua kita lagi review juga sekarang. Makanya nanti bulan Juni ini mungkin akan banyak perubahan,” terang Erick.***
Editor : Zulfirman


