Jelang Arus Mudik Lebaran, Dishub KBB Mulai Lakukan Rampcheck ke Sejumlah Bus Pariwisata 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan kegiatan rampcheck kendaraan jelang arus mudik dan libur lebaran Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Jelang Arus Mudik Lebaran, Dishub KBB Mulai Lakukan Rampcheck ke Sejumlah Bus Pariwisata 
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan kegiatan rampcheck kendaraan jelang arus mudik dan libur lebaran Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan kegiatan Rampcheck kendaraan jelang Arus Mudik dan libur lebaran Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Rampcheck dilakukan ke sejumlah bus pariwisata dan angkutan antara kota antar provinsi (AKAP) yang ada di wilayahnya. 

Kepala UPTD PKB Dishub KBB, Wawan Kardiman mengatakan, pelaksanaan rampcheck diawali di pool bus Berdikari Kawan Lintas (BKL) Jalan Raya Batujajar, Rabu 26 Maret 2025.

Dalam prosesnya, petugas UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub KBB mengecek semua bagian bus tersebut. Terutama pada bagian pengereman dan lampu karena bus menempuh perjalanan cukup jauh. 

"Rampcheck ini dilakukan menjelang pelaksanaan arus mudik dan liburan lebaran," kata Wawan, Rabu 26 Maret 2026.

"Sasarannya kendaraan penumpang ini supaya dijamin aman dan laik jalan," sambungnya.

Wawan menuturkan, semua aspek kendaraan angkutan penumpang yang dicek mulai dari lampu, wiper, sistem pengereman, hingga klakson dipastikan sesuai dengan standar.

"Kita cek semua, terutama sistem pengereman dan ban yang dipakai itu semua sudah oke," tuturnya.

Tak cuma itu, petugas juga memastikan administrasi atau kelengkapan surat kendaraan dan pengemudinya sesuai persyaratan.

Menurutnya, rampcheck bakal dilaksanakan beberapa kali selama arus mudik dan libur lebaran. Namun, rampcheck untuk bus pariwisata bakal dilakukan di area objek wisata Lembang. 

"Jadi yang sekarang itu yang akan melaksanakan mudik, kemudian nanti setelah Idul Fitri kita akan laksanakan rampcheck untuk kendaraan wisata di objek wisata," kata Wawan. 

Pihaknya pun mengimbau agar bus pariwisata dan kendaraan angkutan lainnya tidak menggunakan klakson basuri atau telolet lantaran bisa mengganggu sistem pengereman. 

"Sejauh ini sudah kita pastikan tidak ada klakson basuri yang digunakan, dan kalau misalnya ada yang digunakan akan langsung dicopot," ucapnya.*** 


Editor : JakaPermana